Breaking News:

Berita Madura

Sejumlah Tokoh Tolak Wacana Pembangunan Jalan Tol Trans Madura, Beri Solusi Ini ke Pemerintah Pusat

Sejumlah tokoh Madura menyampaikan ketidaksetujuan sehubungan dengan usulan dari sekelompok orang tentang pembangunan Jalan Tol Trans Madura.

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Ndaru Wijayanto
istimewa
Keponakan Mahfud MD, Firman Syah Ali (kiri) saat bersama Menkopolhukam RI, Mahfud MD di kediamannya, Pamekasan, Madura. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN - Sejumlah tokoh Madura menyampaikan ketidaksetujuan sehubungan dengan usulan dari sekelompok orang tentang pembangunan Jalan Tol Trans Madura.

Para Tokoh yang menolak adanya Jalan Tol Trans Madura ini, memberikan masukan realistis sebagai bahan pertimbangan pemerintah sebelum melakukan pembangunan.

Tokoh Madura, Gus Arifin A Hamid mengatakan, jika ada pembangunan Jalan Tol Trans Madura maka dikhawatirkan akan terjadi akuisisi lahan produktif pertanian dan perkebunan. 

Baik itu lahan milik perorangan masyarakat atau milik korporasi (perusahaan). 

"Jika yang terkena adalah lahan produktif pertanian (sawah) tentu akan berdampak pada produksi tanaman setempat," kata Gus Arifin A Hamid kepada TribunJatim.com, Kamis (2/9/2021).

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Koperasi NU Jatim ini berpendapat, jika wacana pembangunan Jalan Tol Trans Madura ini direalisasikan, dikhawatirkan akan berpotensi memunculkan spekulan dan mafia tanah.

Selain itu, pembangunan Jalan Tol Trans Madura dikhawatirkan akan menambah persoalan baru di Madura yang sudah aman dan tentram.

"Nanti juga kana memunculkan sentra-sentra usaha dan bisnis baru dimana pemilik dan pelakunya bukan berasal dari Madura," duganya.

"Sehingga program ini akan jauh panggang dari api ketika dikaitkan dengan penguatan ekonomi keumatan," sambungnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved