Breaking News:

Berita Kediri

Warga Pagu Kediri Gelar Acara Bersih Desa, Berharap Tetap Terjaga dengan Kerukunan dan Ketentraman

Warga Desa Pagu Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri lestarikan kebudayaan dengan gelar serangkaian acara bersih desa

Penulis: Farid Mukarrom | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Farid Mukarrom
Serangkaian acara bersih desa di Desa Pagu Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri Jumat (3/9/2021 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Farid Mukarrom

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Warga Desa Pagu Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri lestarikan kebudayaan dengan gelar serangkaian acara bersih desa.

Acara ini berlangsung sekali dalam setahun pada bulan kalender Jawa Suroh.

Dalam kegiatan bersih desa, dimulai dengan berbagai macam kegiatan seperti Langen Beksan Tayupan, Pertunjukan wayang kulit, pentas seni jaranan, bakar sesajen dan ditutup dengan istighosah bersama.

Karena saat ini sedang dalam masa pandemi Covid-19, maka kegiatan ini dilakukan dengan berbagai macam pembatasan. Seperti peserta yang hadir dan penerapan protokol kesehatan seperti memakai masker dan lain sebagainya.

Muhammad Ghozi selaku Ketua Panitia Bersih Desa menyampaikan bahwa kegiatan ini menerapkan protokol kesehatan. Salah satunya peserta jaranan dibatasi dari normal 50 menjadi 20. 
"Kru yang ikuti jaranan semuanya sudah mengikuti rapid tes dan hasilnya negatif," ungkapnya Jumat (3/9/2021).

Pria yang berusia 55 tahun ini menyampaikan bahwa kegiatan bersih desa Pagu, adalah acara cara yang sudah dilakukan secara turun-temurun sejak zaman dahulu kala. 
"Sudah jadi kebiasaan kalau rangkaian acara bersih desa itu ada Langen Beksan Tayup, Wayang Kulit, Jaranan, dan istighosah," jelasnya.

Sementara itu Ghozi menjelaskan arti pesan kepada masyarakat dalam kesenian jaranan yang digelar di serangkaian acara bersih desa adalah mengenai pentingnya kerukunan.

Baca juga: Sebelum Mundur dari Presiden, Soeharto Ternyata Sudah Siapkan Sosok Pengganti, Sebut Tidak Ambisi

"Seperti kita lihat dalam kesenian jaranan bahwa kita masyarakat desa pagu bisa guyup dan rukun. Harapannya berjalan ke masyarakat ini bisa ayem dan tenteram," tuturnya.

Ia menambahkan bawa selama masa pandemi, dari pihak desa tetap melaksanakan acara ini meskipun dengan protokol kesehatan yang ketat.

"Acara ini merupakan turun temurun dari nenek moyang kita. Ini adalah sedekah bumi yang dilaksanakan. Kita yang masih muda hanya melestarikan dan melaksanakan apa yang sudah ada," pungkasnya.

Kumpulan berita Kediri terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved