Berita Kota Malang

Jelang Pembelajaran Tatap Muka, DPRD Kota Malang Ingatkan Tenaga Pendidik Edukasi Soal Prokes

Jelang penerapan pembelajaran tatap muka, Komisi D DPRD Kota Malang mengingatkan tenaga pendidik untuk mengedukasi soal prokes.

Penulis: Rifki Edgar | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Samsul Hadi
Ilustrasi pembelajaran tatap muka terbatas - Jelang penerapan pembelajaran tatap muka, Komisi D DPRD Kota Malang mengingatkan tenaga pendidik untuk mengedukasi soal prokes. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Rifki Edgar

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Penerapan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Malang secara serentak akan berlangsung pada Senin (6/9/2021) mendatang.

Segala persiapan kini sedang dilakukan oleh Pemerintah Kota Malang, agar pelaksanaan berlangsung lancar.

Mulai dari protokol kesehatan Covid-19, hingga sarana dan prasarana yang ada di setiap sekolah.

Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani, mengatakan, apabila Pemkot Malang telah memutuskan PTM digelar, maka harus siap menerima risiko dan konsekuensinya.

Hal tersebut harus dipikirkan secara detail, karena masih ada pelajar yang belum mendapatkan vaksin Covid-19.

"Vaksin ini kan untuk usia 12 tahun ke atas. Tapi yang 12 tahun ke bawah belum. Jadi harus ada orang dewasa di lingkungan sekolah yang harus siap menegakkan protokol kesehatan agar menjadi panutan siswa," ucap perempuan yang akrab disapa Mia itu.

Orang dewasa yang dimaksud Mia ialah tidak hanya dari tenaga pendidik, akan tetapi juga petugas keamanan, petugas kebersihan, hingga wali murid.

Apabila hal tersebut bisa dijalankan dengan baik, Mia optimistis para siswa juga akan menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

Mulai dari mencuci tangan, menjaga jarak, hingga memakai masker.

Baca juga: Lima Elemen Mahasiswa Nasional Gelar Vaksinasi Covid-19 di UIN Malang, 3.000 Dosis Vaksin Disiapkan

Sedangkan untuk fasilitas, Mia meyakini, Pemkot Malang telah menyiapkan dengan baik.

Hal ini terbukti, dari pelaksanaan uji coba PTM pada April 2021, pelaksanaan berjalan lancar dan tidak ada klaster yang ditimbulkan dari PTM.

"Kebudayaan menjaga prokes (protokol kesehatan) harus ditanamkan. Seperti kita memakai baju, sandal apakah itu sudah melekat dan menjadi atribut kita? Itu harus ditanamkan. Jadi tidak hanya memberi masker dan memakainya saja," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana mengatakan, secara teknis sejumlah sekolah di Kota Malang sudah siap menggelar PTM.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved