Breaking News:

Berita Malang

Sebanyak 36 Warga Binaan dan Anak Lapas Kelas I Malang Ikuti Masa Orientasi Siswa Baru

Sebanyak 36 warga binaan dan anak Lapas Kelas I Malang mengikuti Masa Orientasi Siswa Baru, Layaknya anak sekolah yang baru masuk kelas

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Samsul Arifin
humas Lapas Kelas I Malang
Sebanyak 36 warga binaan dan anak Lapas Kelas I Malang mengikuti Masa Orientasi Siswa Baru di PKP Lapas Kelas I Malang, Sabtu (4/9/2021) pagi. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Sebanyak 36 warga binaan dan anak Lapas Kelas I Malang mengikuti Masa Orientasi Siswa Baru, Sabtu (4/9/2021) pagi.

Layaknya anak sekolah yang baru masuk kelas, mereka berjalan beriringan masuk ke dalam ruang kelas.

Setelah masuk kelas, mereka diberikan topi yang terbuat dari kertas. Tujuannya, untuk mengetahui nama dan kelompok satu sama lain. Hal itu dilakukan, agar peserta didik dan guru lebih mudah berkomunikasi.

"Ini hari pertama mereka masuk tahun ajaran baru," ujar Kepala Lapas Kelas 1 Malang, R.B Danang Yudiawan kepada TribunJatim.com.

Dirinya menjelaskan, para warga binaan dan anak Lapas Kelas I Malang itu tidak sekolah di luar tembok lapas. Mereka belajar di ruang kelas yang dikelola Pusat Kesetaraan Pendidikan (PKP) Lapas Kelas I Malang.

Baca juga: Lapas Kelas I Malang Gunakan Drone, Awasi Keamanan Lingkungan Lapas dan Warga Binaan

"PKP Lapas Kelas I Malang menyediakan layanan bagi warga binaan dan anak yang ingin mengikuti program kesetaraan pendidikan di tingkat kelas Buta Huruf, setingkat SD, SMP, maupun SMA. Dan kami, juga menyediakan sarana untuk belajar mengajar serta perpustakaan yang dipersiapkan bagi warga binaan yang ingin membaca dan meminjam buku," jelasnya.

Dirinya juga mengungkapkan, kegiatan PKP itu memang dilakukan secara periodik setiap tahunnya. Dengan peserta yang berbeda beda.

"Setiap peserta, nantinya akan mendapatkan ijazah dan juga mengikuti wisuda layaknya sekolah normal," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Jatim, Krismono menyatakan bahwa kegiatan ini masuk dalam ranah pembinaan kemandirian.

"Kami akan memfasilitasi, agar mereka punya semangat belajar dan meningkatkan kompetensinya saat bebas nanti," terangnya.

Krismono juga menegaskan, bahwa keterbatasan di dalam tembok jeruji sama sekali tidak mematahkan harapan dan keinginan warga binaan dalam meraih cita citanya.

"Kami all out mendukung kegiatan tersebut, dan kami akan memenuhi sarana prasarana dan fasilitas yang dibutuhkan untuk menunjang proses pembelajaran," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved