Breaking News:

Berita Malang

Selama Januari Hingga Agustus, Satresnarkoba Polresta Malang Kota Bekuk Puluhan Pengedar Narkotika

Selama bulan Januari-Agustus 2021, Satresnarkoba Polresta Malang Kota berhasil membekuk 64 pengedar narkotika

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Samsul Arifin
Istimewa/TribunJatim.com
Kaur Bin Ops Satreskoba Polresta Malang Kota, Iptu Bambang Heryanta (memakai baju oranye putih) saat menunjukkan kedua tersangka dan barang bukti narkoba, Kamis (12/8/2021) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Selama bulan Januari-Agustus 2021, Satresnarkoba Polresta Malang Kota berhasil membekuk 64 pengedar narkotika.

Selain itu dalam kurun waktu tersebut, anggota Satresnarkoba Polresta Malang Kota juga berhasil meringkus dua kurir narkotika.

Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto melalui Kasat Resnarkoba Polresta Malang Kota, AKP Danang Yudanto mengatakan, bahwa angka pengedar memang terhitung cukup banyak.

"Dan dari jumlah tersebut, setidaknya ada 150 pengguna narkotika yang turut diamankan. Mereka ada yang tertangkap basah saat kedapatan menggunakan, menyimpan atau memiliki barang haram tersebut," ujarnya kepada TribunJatim.com, Sabtu (4/9/2021).

Selain mengamankan puluhan tersangka, pihak Satresnarkoba Polresta Malang Kota juga berhasil mengamankan ribuan barang bukti narkoba.

Baca juga: Lakukan Penyegaran, 4 Kapolsek di Wilayah Hukum Polresta Malang Kota Resmi Berganti

"Kami juga mengamankan banyak barang bukti, yang sebagian sudah kami serahkan ke kejaksaan. Apabila ditotal, setidaknya ada 1.929,6 gram sabu-sabu, 2.505.220 butir pil dobel L, 7.214,17 gram ganja dan 163 pil ekstasi. Barang bukti itu, kami kumpulkan dari total 197 kasus yang kami tangani," bebernya.

Dirinya juga menerangkan, para tersangka narkoba ini didominasi usia-usia produktif, yaitu usia antara 20-40 tahun.

"Dan kebanyakan, transaksi narkotika dilakukan di tiga kecamatan di Kota Malang. Yakni Kedungkandang, Blimbing, dan Lowokwaru. Dengan rincian, 45 kasus narkotika di Kecamatan Kedungkandang, 42 kasus di Kecamatan Blimbing, dan 35 kasus di Kecamatan Lowokwaru," jelasnya.

Danang juga mengungkapkan, penyebab para tersangka menggunakan narkotika ini karena beberapa faktor. Salah satunya, karena awalnya hanya coba coba.

"Bisa jadi karena ikut ikutan teman, lalu muncul rasa penasaran untuk mencoba," tambahnya.

Dirinya menambahkan sebagai penegak hukum, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya preventif untuk menekan kasus penyalahgunaan narkotika. Salah satunya, melakukan  upaya edukasi bahaya narkotika dan penyuluhan.

"Biasanya, dalam sebulan bisa sampai 2 kali penyuluhan. Termasuk ke perkumpulan-perkumpulan kemasyarakatan, seperti ke kampung-kampung," pungkasnya

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved