Breaking News:

Berita Kabupaten Malang

Harga Bahan Pokok di Malang Tunjukkan Tren Penurunan, Cabai Rawit Turun hingga 50 Persen Lebih

Harga bahan pokok di Kabupaten Malang menunjukkan tren penurunan, harga cabai rawit turun hingga 50 persen lebih.

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Aflahul Abidin
Ilustrasi bahan pokok - Harga Bahan Pokok di Kabupaten Malang Tunjukkan Tren Penurunan, Cabai Rawit Turun hingga 50 Persen Lebih. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Erwin Wicaksono

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Harga bahan pokok di Kabupaten Malang menunjukkan tren penurunan karena produktivitas lebih tinggi daripada permintaan.

Analisa tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Malang, Agung Purwanto.

"Melihat keadaan yang stabil seperti ini, kita dapat melihat karena supply dan demand-nya seimbang, begitulah hukum pasar," ujar Agung ketika dikonfirmasi, Minggu (5/9/2021).

Kata Agung, beberapa bahan pokok di pasaran yang menunjukkan penurunan, cukup banyak.

"Contohnya daging sapi turun sebesar 0,3 persen yaitu dari Rp 109.762 menjadi Rp 109.429, telur turun 0,9 persen dari Rp 21.214 menjadi Rp 21.024, cabai merah besar turun 4,07 persen dari Rp 18.714 menjadi Rp 17.952 per kg, bawang merah, tepung dan tomat juga mengalami penurunan yang tak terlalu signifikan," ujarnya.

"Lalu yang naik itu ada gula pasir di harga Rp 12.071, minyak goreng ada kenaikan sebesar 2,48 persen yaitu dari harga Rp 14.405 menjadi Rp 14.762," jelas Agung.

Penurunan harga paling signifikan di Kabupaten Malang menerjang komoditi cabai rawit.

Harga cabai rawit turun hingga 59,56 persen dari yang semula Rp 54.762 menjadi Rp 22.143.

Menurut Agung, turunnya harga cabai rawit karena saat ini sedang musim panen cabai.

"Tidak ada pergerakan harga yang mencolok, saat ini masih stabil, hanya saja cabai rawit yang harganya sangat turun yakni sebesar 59,56 persen sebab dalam musim panen kan melimpah jumlahnya, dari harga Rp 54.762 sekarang menjadi Rp 22.143," terang pria berkacamata ini.

Baca juga: OJK Memonitor Penyaluran KUR Klaster Pertanian Alpukat Pameling di Kabupaten Malang

Agung juga mengamati beberapa hasil produksi bahan pangan Kabupaten Malang secara konsisten yang dijual ke daerah lain.

"Beras kami kirim keluar daerah, akan tetapi ada yang masuk ke wilayah kita juga seperti telur dari Blitar dan bawang dari Pasuruan, sedangkan kacang kedelai lebih dominan punya impor," tutup Agung.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved