Breaking News:

Berita Malang

Manfaatkan Limbah Dapur Jadi Eco Enzym, Dr Riyanti Isaskar Dosen UB: Cara Membuatnya Mudah

Dr Riyanti Isaskar SP MSi, Dosen Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya ajak manfaatkan limbah dapur jadi eco enzym. Bisa jadi disinfektan alami.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Hefty Suud
TribunJatim.com/Sylvianita Widyawati
Proses pembuatan eco enzym dari limbah sayur dan buah di dapur oleh dosen UB. 

Untuk membuatnya ada rumusnya. Yaitu 1, 3, 10.  Satu bagian molase, tiga bagian limbah dan 10 bagian air.

Ia mencontohkan membuat eco enzym wadah air isi penuh 4 liter lebih. Maka dicampur molase (gula tebu) sebanyak 250 gram.

"Semua harus ditimbang. Sedang limbahnya 750 gram," katanya. Agar menyegarkan aromanya, sebaiknya memakai limbah jeruk atau kulit nanas. 

Ia menambahkahkan, "70 Persen kulit buah-buahan dan sisanya limbah sayur juga bisa. Tapi sebenarnya apa saja limbah di dpaur bisa dipakai," tandasnya.

Jika ukurannya tepat, maka tidak menimbulkan bau hasilnya. Dikatakan, di RW 10 Kelurahan Lesanpuro, Kota Malang, setiap RT diwajibkan ada stok eco enzym.

Baca juga: Jelang PTMT di Kota Malang, Kelas-kelas di SDN Bareng 3 Disemprot Disinfektan

Bisa untuk disinfektan alami karena ramah lingkungan dengan mencampurkan air bersih. 

Yaitu satu mili untuk 1000 mili/ 1 liter air. Selain itu juga bisa mendinginkan suhu dan jadi pupuk cair organik.

Anggota Tim Eco Enzym UB itu menceritakan bahwa saat ada penyemprotan disinfektan bahan kimia di lingkungan, maka tumbuhan jadi kering. Beda jika disemprot dengan bahan alami.

Ia berpesan agar saat pembuatan, kapasitas wadah dimaksimalkan agar tidak ada ruang terbuka.

Lama penyimpangan 3 bulan dan baru bisa dimanfaatkan. Sedang kendala di lapangan adalah kadang relawan atau ibu-ibu tidak sabar dan tidak patuh ukuran atau rumusnya. Masa kritis pembuatab adalah hari ke 7.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved