Breaking News:

Berita Nganjuk

Pemkab Nganjuk Targetkan 1.500 RTLH Diperbaiki Setiap Tahun Melalui Program Bedah Rumah

Pemkab Nganjuk menargetkan 1.500 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) diperbaiki setiap tahun melalui program bedah rumah.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Achmad Amru Muiz
Plt Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi saat mencocokkan data buku tabungan Bank Jatim berisi bantuan dana bedah RTLH yang diterima warga, Minggu (5/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kembali digulirkan Pemkab Nganjuk dalam rangka meningkatkan kualitas hunian demi kesejahteraan rakyat.

Setidaknya, ada sekitar 1.500 unit RTLH yang akan dilakukan perbaikan setiap tahun.

Plt Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi mengatakan, tujuan lain dari program RTLH yakni meningkatkan keswadayaan kualitas rumah. Dari rumah tidak layak huni menjadi rumah layak huni.

Menurut Marhaen Djumadi, hingga tahun 2020, Pemkab Nganjuk telah merenovasi sebanyak 14.629 unit RTLH. Program RTLH tersebut dilaksanakan melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKPP) Kabupaten Nganjuk.

"Pelaksanaan program bantuan sosial pemugaran RTLH kepada masyarakat yang berhak menerima sepenuhnya dijalankan Dinas PRKPP. Setiap tahun kami targetkan 1.500 unit RTLH yang dibantu diperbaiki secara bertahap di Kabupaten Nganjuk," ucap Marhaen Djumadi, Minggu (5/9/2021).

Sementara Kepala Dinas PRKPP Kabupaten Nganjuk, Agus Frihannedy mengatakan, program bantuan RTLH ditujukan untuk menangani rumah masyarakat yang tidak layak huni. Hal itu ditinjau dari berbagai sisi. Mulai dari sisi keselamatan bangunan, kesehatan penghuni maupun luas minimal bangunan.

Dalam pelaksanaan program RTLH, menurut Agus Frihannedy, pihaknya selalu menggandeng pemerintah desa terkait mencari dan menentukan rumah warga yang tidak layak huni.

Baca juga: Permudah Pengaduan Masyarakat, Inspektorat Daerah Kabupaten Nganjuk Manfaatkan Aplikasi Berbasis IT

"Seperti dengan mengecek kondisi lantai, atap dan struktur bangunan yang tidak layak huni. Kemudian diseleksi sesuai kategori, sehingga bantuan yang diberikan sesuai dengan tingkat kebutuhan," kata Agus Frihannedy.

Di samping itu, tambah Agus Frihannedy, dalam pelaksanaan program RTLH tersebut, Pemkab Nganjuk juga bekerja sama dengan Bank Jatim. Hal itu dilakukan untuk penyaluran bantuan dana program RTLH melalui buku tabungan Bank Jatim.

"Dengan demikian penerima program dapat memanfaatkan dana bantuan RTLH tersebut secara langsung dari Bank Jatim. Dan dari empat desa di berbagai kecamatan ada sebanyak 185 RTLH yang direalisasi bantuan bedah rumah dari Pemkab Nganjuk melalui Bank Jatim," tutur Agus Frihannedy.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved