Breaking News:

Berita Nganjuk

PTM di Nganjuk, Pemkab Minta Kepsek Bentuk Tim Satgas Covid-19 di Sekolah

Pemkab Nganjuk meminta setiap sekolah membentuk tim Satgas Covid-19. Tim Satgas Covid-19 Sekolah tersebut yang akan mengawasi PTM

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/Achmad Amru
Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi saat meninjau pelaksanaan PTM di SDN Ganung Kidul Kota Nganjuk untuk memastikan sarana dan prasarana pelaksanaan PTM sesuai aturan dan Prokes. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Pemkab Nganjuk meminta setiap sekolah membentuk tim Satgas Covid-19.

Tim Satgas Covid-19 Sekolah tersebut yang akan mengawasi pelaksanaan Protokol Kesehatan (Prokes) siswa, guru, orang tua siswa saat Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi mengatakan, sosialisasi pembentukan Satgas Covid-19 di tingkat Sekolah tersebut telah disosialisasikan mulai pekan lalu.

Satgas Covid-19 tersebut dibentuk oleh kepala sekolah (kepsek) dengan anggota guru atau tenaga pendidik dan lainya. Sebagai Ketua Tim Satgas Covid-19 Sekolah sendiri dengan Ketua masing-masing kepsek.

"Tim Satgas itu akan selalu mengingatkan anak-anak, para guru, ataupun orang tua yang datang ke sekolah untuk mematuhi Prokes. Mulai dari pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, dan sebagainya," kata Marhaen Djumadi, Senin (6/9/2021).

Sedangkan untuk pelaksanaan PTM tingkat SD dan SMP di Kabupaten Nganjuk, dikatakan Marhaen Djumadi, sudah mulai dijalankan hari ini.

Ini setelah sarana dan prasarana pelaksanaan PTM terbatas serta kesiapan anak-anak dinilai sudah sesuai peraturan.

"Alhamdulillah, tiga Sekolah yang kami tinjau untuk sarana dan parasaran pelaksanaan PTM terbatas sudah lengkap. Dan anak didik juga sudah siap mengikuti PTM. Ini cukup menggembirakan setelah hampir empat semester para siswa melakukan pembelajaran daring," ucap Marhaen Djumadi.

Memang, diakui Marhaen Djumadi, Pemkab Nganjuk bersama Tim Satgas Penanganan Covid-19 dituntut untuk ekstra hati-hati dan menjaga betul terkait Pandemi Covid-19.

Hal itu dilakukan agar jangan sampai pelaksanaan PTM terbatas nantinya bisa menimbulkan kluster baru covid-19.

"Makanya kami telah meminta Dinas Pendidikan selalu kontrol dan lakukan pengecekan intensif pelaksanaan PTM di Kabupaten Nganjuk. Kami tidak ingin terlena terhadap Pandemi Covid-19 yang bisa menyebabkan kasus positif corona kembali naik," tutur Marhaen Djumadi. 

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved