Berita Bisnis

Pasar Ekspor Menjanjikan, PT INAI dan ALMI Catat Kinerja Positif Selama Semester 1 pada 2021 ini

Itu tak lepas dari hasil kinerja di semester I tahun 2021 yang berhasil meningkat cukup tajam dan upaya pemerintah yang aktif kendalikan Corona.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Sudarma Adi
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Dari kiri ke kanan : Direktur ALMI, Wibowo Suryadinata bersama Komisaris INAI - ALMI, Welly Muliawan, dan Presdir INAI-ALMI, Alim Markus serta Komisaris INAI - ALMI, Supranoto Dipokusumo dan Direktur INAI, Cahyadi Salim. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sri Handi Lestari

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Meningkatnya jumlah penderita Covid-19 di Juli 2021 ini tak mengurangi optimisme dua perseroan di bawah Maspion Group untuk mencapai kinerja positif hingga akhir tahun 2021.

Hal itu tak lepas dari hasil kinerja di semester I tahun 2021 yang berhasil meningkat cukup tajam dan adanya upaya pemerintah yang aktif mengendalikan pandemi Covid-19 di semester II.

Kedua perseroan Maspion Group tersebut adalah PT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI) dan PT Alumindo Light Mental Industry Tbk (ALMI) yang telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan Public Expose (Pubex), Selasa (31/8/2021) lalu.

Baca juga: Banjir Produk Impor, Alumindo Dorong Pemerintah Beri Proteksi Pasar Aluminium Foil di Dalam Negeri

Direktur INAI Cahyadi Salim, memaparkan, penjualan produk INAI untuk semester I/2021 mengalami peningkatan dibanding periode yang sama tahun 2020. "Yaitu tumbuh 14,7 persen dari Rp 548,14 miliar menjadi Rp 628,89 miliar," kata Cahyadi.

Hal ini karena produk INAI yang mayoritas adalah produk manufaktur berbahan aluminium ekstrusion, diproduksi berdasarkan pesanan dan banyak diekspor.

“Memang hal ini akan membatasi kapasitas produksi INAI. Namun tingkat loyalitas pelanggan lebih besar," tambahnya.

Baca juga: Berkat Perang Dagang Amerika VS China, Indal Aluminium Industry Catat Rekor Positif Angka Ekspor

Apalagi perseroan ini juga mengaku diuntungkan dengan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.  INAI justru banyak mendapat pesanan dari Amerika dan negara pendukungnya, yang sebelumnya mendapat pasokan dari Tiongkok.

“Berbekal pengalaman, INAI berhasil memenuhi permintaan ekspor. Bahkan lebih dari setengah pendapatan INAI berasal dari penjualan ekspor ke Amerika Serikat, Eropa, Australia, dan sebagainya,” beber Cahyadi.

Komisaris INAI dan ALMI Welly Muliawan menambahkan, selama daya serap pasar domestik masih belum pulih seperti semula, diperkirakan pasar ekspor akan terus menyumbang pendapatan INAI secara signifikan di tahun 2021 dan selanjutnya.

Baca juga: Perang Dagang USA Vs Tiongkok, INAI Siap Bersaing di Kancah Perindustrian Aluminium Global

“Sementara itu sektor jasa konstruksi yang selama ini menyumbang sekitar 25 persen - 35 persen  dari total pendapatan INAI, kondisi marjin keuntungannya cukup fluktuatif," jelas Welly.

Sehingga pihaknya akan lebih selektif dalam pemilihan proyek, mengikuti kondisi dunia usaha nasional. Termasuk saat ini mulai masuk ke proyek perumahan. Dimana sebelumnya didominasi oleh jasa konstruksi perkantoran, apartemen, mall dan stasiun.

Sementara itu, produsen aluminium foil dan aluminium sheet, ALMI, menyebut kinerja penjualan selama semester I/2021 mengalami pertumbuhan hingga 58,9 persen (yoy). Dari  30,3 juta dolar AS pada periode sama tahun lalu menjadi 48,2 juta dolar AS.

Direktur ALMI Wibowo Suryadinata mengatakan, pertumbuhan penjualan itu didorong oleh lonjakan penjualan di pasar domestik sebesar 85,2 persen, dari 18,2 juta dolar AS pada semester I tahun lalu menjadi 33,7 juta dolar AS di semester I ini.

“Hal ini menunjukkan, bahwa permintaan domestik masih cukup baik, di tengah situasi pandemi. Dan telah menyelamatkan kinerja ALMI,” jelas Wibowo.

Semester I/2021 pun, distribusi barang produk Alumindo sebesar 68 persen diserap oleh Indonesia. Sedangkan AS menjadi hanya 13,8 persen, disusul Eropa 0,9 persen, Asean 3,5 persen, Australia 1,6 persen.

“Padahal, selama ini pasar ekspor merupakan pasar utama penjualan ALMI," ujar Wibowo. 

Dengan porsi penjualan ekspor pada 2019 mencapai 70 persen. Adanya pandemi dan perang dagang yang berdampak besar bagi perekonomian dunia, juga berpengaruh buruk terhadap kinerja ALMI.

“Sehingga kami melakukan diversifikasi pasar ke Kanada, Eropa dan Asean. Selain itu, kami terus berupaya untuk menjalin kerja sama dengan pembeli besar di pasar ekspor,”  tandas Wibowo

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved