Berita Malang

Pedagang Pasar Blimbing Minta Perhatian Pemkot Malang: Kita Tertinggal Jauh dari Pasar Lainnya

Belum adanya tindak lanjut dari Pemerintah Kota Malang, atas persoalan yang berada di Pasar Blimbing cukup dikeluhkan oleh para pedagang.

Penulis: Rifki Edgar | Editor: Ndaru Wijayanto
SURYA/Rifki Edgar
Suasana di dalam Pasar Blimbing Kota Malang 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Rifki Edgar

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Belum adanya tindak lanjut dari Pemerintah Kota Malang, atas persoalan yang berada di Pasar Blimbing cukup dikeluhkan oleh para pedagang.

Pedagang pun meminta, agar Pasar Blimbing menjadi pasar rakyat yang layak dan nyaman untuk ditempati sebagai tempat berjualan.

Hal ini agar seperti di pasar-pasar lain di Kota Malang yang kini mulai direvitalisasi dan diperbaiki dengan tampilan yang lebih modern.

Keluhan ini disampaikan oleh Bobid, penjual kopi bubuk di Pasar Blimbing, yang menginginkan adanya perhatian lebih dari Pemerintah Kota Malang.

Pria yang sudah berjualan di Pasar Blimbing selama 18 tahun itu kini hanya bisa pasrah dan menyerahkan sepenuhnya kepada Pemkot Malang.

Bobid pun juga memahami, akibat adanya perjanjian dengan pihak ketiga ini, Pemkot Malang tidak bisa melakukan revitalisasi pasar.

"Jujur saja Pasar Blimbing ketinggalan jauh dengan pasar-pasar lain, masalah pembangunan, masalah jalan dan kenyamanan kita ketinggalan jauh. Pedagang ya hanya bisa mengharapkan ke Pemkot Malang. Karena pasar ini yang punya juga Pemkot. Jadi tolong harus ada perhatian," ucapnya saat ditemui SURYAMALANG.COM (Tribun Jati Mnetwork), Selasa (7/9/2021).

Selama ini, pedagang hanya bisa memperbaiki sendiri, apabila ada bedak atau lapak pedagang yang mengalami kerusakan.

Pedagang juga tidak ada yang mau, pindah ke tempat relokasi pedagang yang dulunya sempat disiapkan oleh Pemerintah Kota Malang.

Bobid pun mengakui, bahwa rencana revitalisasi Pasar Blimbing ini sudah dia dengar sejak tahun 2010 lalu.

Akan tetapi, hingga kini belum ada tindakan lebih lanjut baik itu dari pihak ketiga maupun dari Pemkot Malang.

"Bisa dilihat sendiri kondisi pasar kami. Tiap hari restribusi kami bayar yang itu merupakan kewajiban kami. Tapi hak kami?. Seharusnya Pemkot harus dapat mencari jalan keluar soal persoalan," ucapnya.

Dari hasil pantauan Surya pada siang tadi, kondisi di dalam Pasar Blimbing terlihat cukup lengang.

Tidak banyak ditemui para pembeli yang sedang melakukan transaksi di dalam pasar.

Di bagian tengah pasar banyak ditemui pedagang yang menjual pakaian. Sedangkan di bagian samping pasar, menjadi tempat untuk berjualan sayur mayur.

Pedagang mengakui, sejak pandemi Covid-19, kondisi Pasar Blimbing cukup sepi.

Apalagi ditambah dengan kondisi pasar yang kumuh, membuat proses jual beli menjadi tidak nyaman.

"Pasarnya sudah tidak seperti dulu lagi. Saat ini cukup sepi. Makanya, apabila ada perhatian dari Pemkot Malang, saya optimis, Pasar Blimbing bisa ramai seperti dulu lagi," tandasnya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved