Breaking News:

Berita Jatim

Positivity Rate Covid-19 di Jatim Sudah Di Bawah 5 Persen, Telah Sesuai Standar WHO

Berdasarkan data assesment situasi covid-19 di laman website Kementerian Kesehatan per tanggal 5 September 2021, positivity rate mingguan di Jatim

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Januar
Istimewa/TribunJatim.com
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Rabu (1/9/2021). 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Fatimatuz Zahroh

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Berdasarkan data assesment situasi Covid-19 di laman website Kementerian Kesehatan per tanggal 5 September 2021, positivity rate mingguan di Jatim telah mencapai 4,68 persen. 

Dimana, capaian tersebut sudah sesuai standar pengendalian pandemi dari WHO yakni dibawah 5 persen. Sekaligus juga dibawah positivity rate mingguan nasional yang berada di angka 6,97 persen

Positivity rate sendiri adalah perbandingan antara jumlah kasus positif Covid-19 dengan jumlah tes yang dilakukan. 

Dengan semakin turunnya positivity rate ini, kini hanya tersisa 4 daerah di Jatim yang saat ini berada pada zonasi assestment level 4 yaitu Kab. Ponorogo, Kab. Magetan, Kab. Blitar dan Kota Blitar. Dimana, pada awal bulan Juli dulu ada 34 kab/kota yang masuk ke level 4. 

Atas capaian ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku bersyukur dan berterimakasih atas kerja keras dan partisipasi semua pihak yang ikut mencegah penyebaran Covid-19 di Jatim. 

"Alhamdulillah positivity rate mingguan kita sekarang sudah sesuai WHO di bawah 5 persen, yaitu 4,68 persen, bahkan juga dibawah nasional. Ini pertama kali selama pandemi covid-19. Hal ini berseiring bahwa zonasi daerah asesment level 4 di Jatim hanya tinggal 4 kab/kota," ungkap Gubernur Khofifah, Senin (6/9/2021). 

Khofifah menjelaskan, capaian ini dipengaruhi oleh masifnya testing dan tracing yang lebih efektif. Dengan standar jumlah tes yang di tetapkan WHO yaitu 1:1.000 penduduk/minggu, Jatim seharusnya melakukan test 40.000/minggu. 

Baca juga: Ketakutan Soeharto Saat Dielu-elukan Siswa SD, Ucapan Terbukti Saat Kekuasannya Tumbang: Bom Waktu

Sementara, minggu kemarin jumlah testing di Jatim telah mencapai 90.045. Yang artinya angka tes di Jatim sudah mencapai lebih dari 2 kali lipat standar WHO. 

"Idealnya testing minimal yang dilakukan di Jatim adalah kurang lebih sekitar 40.000 test tapi kita sudah berhasil mencapai lebih  2 kali lipat dari target tersebut," tegas orang nomor satu di Pemprov Jatim ini. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved