Berita Surabaya

Vaksinasi Merdeka Sasar Rumah Ibadah dan Pondok Pesantren, Presiden Joko Widodo Pantau Via Virtual

Vaksinasi Merdeka di Surabaya Sasar Rumah Ibadah dan Pondok Pesantren. Dipantau Presiden Joko Widodo via virtual.

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Hefty Suud
TribunJatim.com/Firman Rachmanudin
Salah satu staf pengajar ponpes, yang dapat giliran vaksinasi Covid-19 yang digelar serentak oleh Staff Khusus Presiden RI dan Polri di Surabaya. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Firman Rachmanudin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Vaksinasi Merdeka yang digagas staff khusus Presiden Republik Indonesia bersama Polri digelar serentak di seluruh penjuru Indonesia.

Kegiatan tersebut menyasar rumah ibadah dan pondok pesantren guna membentuk herd immunity, percepatan penanganan pandemi virus Corona ( Covid-19 ).

Gelaran vaksinasi itu dipantau langsung oleh Presiden RI Joko Widodo secara virtual di Pondok Pesantren KH Syamsudin, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Di Surabaya, Polrestabes Surabaya bersama Forkopimda Kota Surabaya mempersiapkan gelaran vaksinasi tersebut sebaik mungkin.

"Ada tiga tempat yang bakal menjadi lokasi vaksinasi rumah ibadah serentak, di Surabaya ada di Masjid Al Akbar Surabaya, Gereja Sakramen Maha Kudus Surabaya dan Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Surabaya," kata Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, Selasa (7/9/2021).

Baca juga: Presiden Jokowi Tinjau Vaksinasi Covid-19 di SMK PGRI 2 Ponorogo

Cak Eri, sapaan akrab Wali Kota Eri Cahyadi, begitu mengapresiasi inovasi Polrestabes Surabaya dalam mendukung pemerintah kota Surabaya untuk mempercepat penurunan angka kasus paparan Covid-19 di Surabaya.

"Pak Kapolres ini luar biasa. Mulai dari mobil vaksin keliling, sampai dengan saat ini mobil masker keliling. Dan alhamdulillah, Surabaya sudah menjadi zona kuning,asesmen Menkes, Surabaya sudah masuk ke PPKM Level 2, meskipun secara aglomerasi ada pada level 3," imbuhnya.

Ia melanjutkan, peran serta tokoh masyarakat dan para ulama di Surabaya sangat dibutuhkan dalam menyukseskan program-program penanganan pandemi Covid-19.

"Doa dan dukungan para kyai, insyaAllah mampu menjadi kekuatan bagi kami sebagai pelayan masyarakat memberikan yang terbaik untuk Surabaya. Begitupu  peran gotong royong masyarakat. Berkat itu, Surabaya bisa turun level PPKMnya dan zonanya sudah kuning," tandasnya.

Baca juga: Begini Proses PTM Terbatas yang Dilakukan di SMPN 28 Surabaya

Disamping itu, Kapolrestabes Surabaya,Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan memastikan jika pihaknya bersama Forkompida Kota Surabaya bakal terus melakukan kontrol setiap kegiatan masyarakat.

Hal itu dilakukan secara humanis agar masyarakat tidak lengah terhadap kelonggaran-kelonggaran yang sudah diberikan pemerintah sesuai dengan turunnya level PPKM.

"Tentu akan tetap kami kontrol setiap kegiatan masyarakat. Kami pastikan protokol kesehatannya berjalan. Kami beri imbauan agar tidak kendur prokes," kata Yusep.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved