Breaking News:

Berita Tulungagung

Jadi Tersangka Pengerah Tenaga Migran Abal-abal, Wanita di Tulungagung Diduga Korban PPTKIS Nakal

Jadi tersangka pengerah tenaga migran abal-abal, wanita di Tulungagung ini diduga korban PPTKIS nakal di Bogor.

Penulis: David Yohanes | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/David Yohanes
Ridwan, suami tersangka pengerahan tenaga kerja migran palsu di Tulungagung, MRT, menunjukkan bukti transfer ke PT BMCM Cabang Kabupaten Bogor, Rabu (8/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, David Yohanes

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Penyidik Unit Pidana Khusus Satreskrim Polres Tulungagung menetapkan MRT (38) sebagai tersangka pengerahan tenaga kerja migran palsu.

Namun menurut suaminya, Ridwan, warga Desa/Kecamatan Rejotangan Tulungagung ini merupakan korban penipuan.

Ridwan menerangkan, istrinya adalah sponsor yang bekerja pada PT BMCM Cabang Kabupaten Bogor, Jawa Barat, untuk mencari kandidat pekerja tujuan penempatan Polandia. 

PT BMCM adalah Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) yang diketahui terdaftar resmi. 

"Memang benar kami hanya LPK yang tidak punya kewenangan memberangkatkan. Tapi kami punya kerja sama dengan PT BMCM," terang Ridwan, Rabu (8/9/2021).

Lanjutnya, saat itu ada sekitar 50 orang yang direkrut oleh istrinya.

Para calon pekerja migran ini juga sudah melunasi pembayaran untuk pengurusan keberangkatan kepada MRT.

Namun seluruh uang sudah disetorkan kepada PT BMCM, dengan nominal mencapai Rp 600 juta.

"Kami ada ada bukti setornya. Ada lebih seratus kali istri saya transfer ke PT BMCM," sambung Ridwan.

Baca juga: PTM SD-SMP di Tulungagung Dimulai Besok, Bupati Tegaskan Sekolah Tak Wajibkan Siswa Pakai Seragam

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved