Berita Probolinggo

Kemenag Kabupaten Probolinggo Tak Ingin Tergesa-gesa Buka Uji Coba PTM Terbatas

Namun, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo tak ingin tergesa-gesa membuka pelaksanaan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM)

Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Danendra Kusuma
Pembelajaran Tatap Muka di Probolinggo 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Danendra Kusuma

TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Saat ini, Kabupaten Probolinggo masuk PPKM level 2.

Namun, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo tak ingin tergesa-gesa membuka pelaksanaan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di seluruh lembaga jenjang Raudlatul Athfal (RA), MI, MTs, dan MA.

Hal itu dilakukan demi keselamatan guru dan siswa. Di lain sisi, capaian vaksinasi pelajar di Kabupaten Probolinggo juga belum 100 persen.

Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo, Akhmad Sruji Bahtiar mengatakan uji coba PTM terbatas baru dilaksanakan di 325 lembaga sekolah.

Rinciannya, jenjang Raudlatul Athfal (RA) berjumlah 98 lembaga sekolah, MI 134 lembaga sekolah, MTs 62 lembaga sekolah dan MA 31 lembaga sekolah.

"Kami bersama Dinas Pendidikan bersepakat untuk memulai uji coba tatap muka terbatas, Senin kemarin (6/9)," katanya kepada Surya, Selasa (7/9).

Baca juga: Ponpes di Madura Gelar Video Conference dengan Jokowi, Target 1.500 Santri di Sampang Tervaksin

Ia mengatakan, uji coba PTM ini bakal dilaksanakan hingga seminggu ke depan.

Saat uji coba PTM berlangsung, pihaknya terus melakukan monitoring dan evaluasi ihwal pelaksanannya.

Sementara ini, 325 lembaga sekolah itu telah melaksanakan PTM terbatas dengan baik dan sesuai protokol kesehatan ketat.

"Sambil lalu, kami akan pantau perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Probolinggo. Senin depan (13/9), bila grafik terus menunjukkan penurunan atau tetap masuk PPKM Level 2, tak menutup kemungkinan seluruh lembaga sekolah di bawah Kemenag akan melaksanakan PTM," jelasnya.

Syarat pelaksanaan uji coba PTM terbatas, yakni seluruh pendidik, tenaga kependidikan, dan siswa usia 12-17 tahun harus sudah divaksin.

Sedangkan kententuan lain, PTM terbatas dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 50 persen untuk jenjang MI, MTs dan MA. Untuk jenjang RA maksimal 33 persen.

Pembelajaran Tatap Muka Terbatas dijadwalkan secara bergantian dengan durasi pembelajaran jenjang MI kelas III-VI, MTs, MA lama pembelajaran maksimal 8 jam pelajaran per hari dengan jeda istirahat 15 menit di dalam kelas.

Kemudian, jenjang MI kelas I dan II lama pembelajaran maksimal 6 jam pelajaran per hari dengan jeda istirahat 15 menit di dalam kelas dan jenjang RA maksimal selama 4 Jam pelajaran per hari tanpa jeda istirahat di luar kelas.

"Tiap satuan pendidikan memiliki tim Satgas Covid-19 dan pemetaan kondisi kesehatan warga. Protokol kesehatan harus diterapkan secara ketat. Siswa yang mengikuti PTM terbatas wajib mendapat izin orang tua secara tertulis," paparnya. (nen) 

Kumpulan berita Probolinggo terkini

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved