Breaking News:

Berita Lamongan

Lamongan Jadi Daerah Pertama yang Masuk Level 1 di Jatim dan Pulau Jawa

Perkembangan asesmen level PPKM di Jatim menghasilkan kabar menggembirakan. Kabupaten Lamongan per hari ini, Rabu (8/9/2021), masuk PPKM level 1

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Januar
Istimewa/TribunJatim.com
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Rabu (1/9/2021). 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Fatimatuz Zahroh

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Perkembangan asesmen level PPKM di Jatim menghasilkan kabar menggembirakan. Kabupaten Lamongan per hari ini, Rabu (8/9/2021), masuk PPKM level 1.

Kabupaten Lamongan ini, menjadi daerah pertama yang masuk asesmen level 1 di Jatim dan sekaligus Pulau Jawa. 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan kegembiraannya karena di Jawa Timur akhirnya ada yang telah masuk level 1.

Bahkan capaiannya ini cukup membanggakan karena menjadi daerah pertama di Pulau Jawa masuk level 1. 

“Alhamdulillah, kabupaten Lamongan tembus level 1 pertama di Jawa. Level 2 naik 16 daerah, level 3 tercatat 19 daerah dan level 4 tinggal 2 daerah,” tegas Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Rabu (8/9/2021). 

Baca juga: Jember Turut Sukseskan Vaksin Merdeka ke Ponpes, Bupati: Targetnya Sudah Jelas

Daerah yang telah masuk level 2 adalah Kabupaten Tuban, Sumenep, Situbondo, Sidoarjo, Sampang, Probolinggo, Pasuruan, Pamekasan, Kota Surabaya, Kota Pasuruan, Jember, Gresik, Bondowoso, Bojonegoro, Banyuwangi, Bangkalan. 

Dan yang masuk level 3 di Jatim ada sebanyak ada sebanyak 19 kabupaten kota. Yaitu Kabupaten Tulungagung, Trenggalek, Pacitan, Ngawi, Nganjuk, Mojokerto, Malang, Madiun, Lumajang, Kota Ponorogo, Kota Mojokerto, Kota Malang, Kota Madiun, Kota Kediri, Kota Blitar, Kota Batu, Kabupaten Kediri, Jombang, Blitar. 

Dan yang masuk level 4 masih tersisa dua kabupaten. Yaitu kabupaten Ponorogo dan Kabupat Magetan. 

“Tentu terus menurunnya status asesmen level PPKM di Jatim harus disertai dengan rasa bersyukur dan diikuti dengan kewaspadaan dan disiplin protokol kesehatan yang ketat,” tegas Khofifah. 

Aturan mengenai PPKM di daerah tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 26 Tahun 2021. Bagi daerah yang telah masuk level 1 maka pekerjaan non-esensial 75 persen kerja dari kantor atau work from office (WFO) jika sudah divaksin. Kemudian pekerja sektor esensial beroperasi 100 persen dengan dibagi menjadi 2 shift dengan protokol kesehatan ketat. Toko atau pasar kebutuhan sehari-hari bisa buka dengan kapasitas 75 persen. Pasar rakyat selain kebutuhan sehari-hari bisa buka dengan kapasitas 75 persen

Kemudian pusat perbelanjaan seperti mall dan plaza bisa buka dengan kapasitas 75 persen dan tutup pukul 21.00. Pedagang kaki lima (PKL), barbershop dan sejenisnya bisa buka sampai pukul 20.00. Warung makan, PKL, lapak jajanan di ruang terbuka boleh beroperasi dengan kapasitas 75 persen dan buka hingga pukul 21.00. Sementara pengunjung yang makan di tempat diberi batas waktu maksimal 30 menit.

Restoran di ruang terutup bisa buka dengan kapasitas 75 persen. Kegiatan belajar mengajar 50 persen daring dan 50 persen tatap muka. Tempat ibadah dibuka dengan kapasitas 50 persen dan protokol kesehatan ketat.

Kumpulan berita Jatim terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved