Breaking News:

Berita Jember

Meski Masuk PPKM Level 2, Bupati Jember Ingatkan Warganya Tidak Kendor Prokes

Bupati Jember Hendy Siswanto mewanti-wanti warganya tidak kendor menerapkan protokol kesehatan

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Januar
TribunJatim.com/Sri Wahyunik
Bupati Jember, Hendy Siswanto. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Sri Wahyunik

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Bupati Jember Hendy Siswanto mewanti-wanti warganya tidak kendor menerapkan protokol kesehatan.

Dia juga meminta tim Satgas mulai dari tingkat kabupaten sampai desa dan kelurahan untuk tetap meneruskan seluruh kegiatan penanganan Covid-19 yang sudah berjalan sejak Jember masih masuk dalam PPKM Level 4 dan 3.

Meskipun saat ini, Kabupaten Jember sudah masuk dalam PPKM Level 2. "Saya minta kepada semua petugas, kita semua untuk tetap menjalankan operasi dan kegiatan yang sudah dijalankan rutin. Operasi (Yustisi) jalan terus.

PPKM (tingkat RT dan RW) dijalankan saja seperti sebelumnya.

Meskipun saat ini kita mengimplementasikan Instruksi Mendagri, kalau Jember sudah berada di Level 2," ujar Bupati Hendy di sela-sela kunjungannya ke Isolasi Terpusat (Isoter) Hotel Kebonagung, Selasa (7/9/2021).

Baca juga: Pelatih Tony Ho Merasa Tak Dihargai Borneo FC dan Persipura, Sehingga Pilih Latih Persedikab

Dia melanjutkan, kepada warga Jember untuk tidak kendor menerapkan protokol kesehatan.

"Jangan sampai dikendorin. Karena virus ini tidak janjian, ngeri-ngeri sedap. Level 2 ini sebagai ukuran kerja kita, apakah ada hasil atau tidak. Dan masih ada Level 1, yang semoga bisa tercapai segera," tegasnya.

Kepada pelaku usaha, Hendy juga meminta mereka menaati aturan di masa PPKM Level 2 seperti yang diatur dalam Instruksi Mendagri.

Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri No 39 Tahun 2021 tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3, Level 2 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali, Kabupaten Jember berada dalam kriteria Level 2.

Mendagri juga menyertakan sejumlah aturan bagi daerah yang masuk kriteria Level 2. Aturan itu antara lain pembelajaran tatap muka bisa dilakukan terbatas, supermarket/hypermarket, pasar bisa beroperasi hingga pukul 21.00 Wib dengan jumlah pengunjung 70 persen dari kapasitas tempat usaha. Pengunjung supermarket masih memiliki aplikasi Peduli Lindungi.

Tempat wisata sudah boleh buka dengan kapasitas pengunjung maksimal 25 persen, dengan menerapkan protokol kesehatan dan wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi. Pelaksanaan resepsi pernikahan dapat diadakan dengan maksimal 50 persen undangan dari kapasitas tempat resepsi, dan tidak mengadakan makan di tempat.

"Jadi sekali lagi, saya meminta kepada seluruh warga Jember, juga pelaku usaha untuk tetap menaati peraturan yang ditetapkan. Tempat wisata sudah boleh buka, tapi maksimal hanya 25 persen pengunjung dari jumlah kapasitas. Makan di tempat makan sudah bisa 60 menit. Namun kembali, saya ingatkan jangan sampai lengah, jangan sampai kendor. Tetap Prokes," tegas Bupati Hendy.

Berdasarkan data terakhir, masih ada 215 kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Jember.

Kumpulan berita Jember terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved