Breaking News:

Berita Kabupaten Malang

Pemkab Malang Jawab Kejelasan Terkait Insentif Tenaga Kesehatan yang Tangani Covid-19

Pemkab Malang menjawab kejelasan terkait insentif tenaga kesehatan yang menangani Covid-19. Sudah terbayarkan.

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Erwin Wicaksono
Vaksinasi Covid-19 untuk pelajar di Kabupaten Malang, 2021. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Erwin Wicaksono

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Bupati Malang, Muhammad Sanusi angkat bicara soal kejelasan pemberian insentif tenaga kesehatan (nakes) yang menangani Covid-19 (virus Corona).

Ditanya mengenai hal tersebut, Sanusi mengaku tidak hafal.

Alhasil, orang nomor 1 di Pemkab Malang ini menyarankan agar bertanya ke Dinas Kesehatan Kabupaten Malang.

"Nah ini urusannya Dinkes (Dinas Kesehatan). Katanya sudah turun. Datanya tidak hafal saya, karena ada di Dinkes," ujar Sanusi ketika dikonfirmasi, Rabu (8/9/2021).

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo menerangkan, insentif nakes terbaru yang sudah terbayarkan yakni pada bulan Juli 2021.

"Sudah sampai bulan Juli kita berikan. Insentif nakes yang kita beri untuk nakes yang melayani puskesmas dan rumah sakit daerah," ujar Arbani.

Arbani menjelaskan, jumlah keseluruhan nakes yang menangani Covid-19 di wilayahnya berjumlah 4.000 orang. Kata Arbani, insentif akan terbayarkan 100 persen pada bulan Desember 2021.

"Jumlah total keseluruhan ada 4.000 nakes. Paling enggak 100 persen dapat pada Desember," ujarnya.

"Juli lebih dari 50 persen. Kami akan mengajukan permohonan insentif, kita sudah usulkan Rp 36 miliar, nanti tambahan Rp 16 miliar jadi total Rp 52 miliar. Itu DPA (dokumen pelaksanaan anggaran)," tutur pria yang mengawali karier sebagai dokter gigi itu.

Baca juga: Viral di Medsos, Tarif Parkir Mobil Saat CASN 2021 di Kota Malang Rp 15.000, Begini Tanggapan Dishub

Setiap bulan, jumlah nominal yang diterima para nakes bervariasi. Arbani menuturkan jika penggolongan besaran insentif nakes tergantung pada indikator kompetensi dan kinerja.

"Pemberian nakes berdasarkan kinerja mereka. Skema pembayaran payroll. Jumlahnya bervariatif. Antara Rp 2 juta sampai Rp 15 juta. Berdasarkan kompetensi dan kinerja. Juga termasuk lama menangani Covid-19," tutup Arbani.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved