Breaking News:

Berita Jatim

Produk dan Merek Dipalsu, Perusahaan di Surabaya Merugi Ratusan Juta

Sebuah perusahaan multi level marketing asal Surabaya mengalami kerugian yang ditaksir hingga ratusan juta rupiah akibat produknya dipalsukan

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Firman Rachmanudin
Direktur PT MGI, Yohan Wibisono (tengah) didampingi kuasa hukumnya, Abdul Malik (paling kanan) saat menunjukkan bukti laporan dan sertfikat merek uanh terdaftar di kemenkumham RI 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Firman Rachmanudin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sebuah perusahaan multi level marketing asal Surabaya mengalami kerugian yang ditaksir hingga ratusan juta rupiah akibat produknya dipalsukan.

Akibatnya, Yohan Wibisono, direktur perusahaan PT Millionare Group Indonesia (MGI) melaporkan plagiarisme produk tersebut ke Polda Jawa Timur melalui laporan nomor LP/B/35.02/VII/2021/SPKT/POLDA JAWA TIMUR, Kamis 1 Juli 2021 lalu.

Ditemui di kantor kuasa hukum Abdul Malik, Yohan menyebutkan jika produk kalung yang diproduksi perusahaannya itu dipalsukan oleh orang tak bertanggung jawab dan dijual bebas di market place dengan harga sangat murah.

Yohan memastikan jika produk kalung dengan motif tokoh marvel, disney itu memiliki bahan baku yang berbeda dengan yang diproduksi olehnya.

Namun, bentuk kalung hingga kemasan dibuat semirip mungkin dengan produk PT MGI.

"Harga jualnya jauh berbeda. Kalau untuk produk kami, dibandrol dengan harga 1,8 juta, tapi yang dijual di pasar online harganya 300 ribu ke bawah," ujar Yohan, Rabu (8/9/2021).

Menurut Yohan, aktifitas pemalsuan produk tersebut merugikan perusahaannya dengan taksiran kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Bukan hanya itu, Yohan lebih takut jika ada masyarakat yang justeru tertipu barang palsu yang beredar.

Baca juga: Detik-detik Soeharto Ditanya Soal Pelepasan Timor Timur, Bahasa Tubuh Bikin Heboh & Diartikan Salah

"Tentu ada kerugian secara materil. Begitu juga reputasi perusahaan. Karena perusahaan kami ada kontrak dengan Marvel terkait Copyrightnya hingga tahun 2023 ke depan. Selain itu, takutnya ada barang palsu yang dijual seharga dengan produk asli kami. Kasihan kalau sampai tertipu," terangnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved