Breaking News:

Berita Kota Kediri

Antisipasi Bau Menyengat, DLHKP Kota Kediri Bersihkan Kolam Penampungan Air Lindi di TPA Klotok

Antisipasi bau menyengat yang ditimbulkan, DLHKP Kota Kediri membersihkan kolam penampungan air lindi di TPA Klotok.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Petugas Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri menguras kolam air lindi di TPA Klotok, Kota Kediri, Kamis (9/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Didik Mashudi

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Setelah 7 tahun beroperasi, Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri melakukan normalisasi dan resirkulasi saluran Instalasi Pipa Air Limbah (IPAL) dan kolam penampungan air lindi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Klotok, Kamis (9/9/2021).

Upaya ini dilakukan untuk kembali mengurai bakteri pada air lindi atau air dari sampah organik, sehingga tidak menimbulkan bau menyengat di sekitar TPA Klotok.

Pengerjaan pada saat musim kemarau sebagai antisipasi kolam penampungan akan overload saat musim hujan tiba. Karena air lindi yang bercampur dengan air hujan akan ditampung di kolam tersebut.

Normalisasi dan resirkulasi kolam ini berupa pengurasan dan pengedukan lumpur endapan secara bertahap pada kolam anaerob, fakultatif, maturasi, dan wetland.

Selanjutnya, kolam yang telah dibersihkan akan diberi bakteri yang dapat memproses air lindi menjadi air yang dapat dilepas atau diresap ke tanah.

Kepala DLHKP Kota Kediri, Mohamad Anang Kurniawan menyampaikan, kegiatan perawatan kolam tidak memiliki rentang waktu pasti kapan harus dinormalisasi, sehingga ketika kondisi cukup penuh, dapat dilakukan perawatan.

“Kondisi pengecekan terakhir, kolam-kolam hampir penuh air dan di kolam yang terakhir terdapat endapan sedimen yang juga hampir memenuhi kolam. Sehingga segera dilakukan perawatan karena dikhawatirkan nantinya proses penguraian tidak maksimal dan saat musim hujan kolam bisa overload,” ujarnya.

Sementara Kasi Pemanfaatan Sampah dan Penanganan Limbah B3, Ridwan menjelaskan, potensi bau menyengat yang ditimbulkan dari air lindi akibat bakteri baik yang tidak dapat bertahan hidup untuk mengurai.

Baca juga: Warung Makan Gratis di Kabupaten Kediri Buka di Tengah Pandemi Covid-19, Siapapun Boleh Mampir

“Proses tersebut tidak maksimal karena adanya endapan lumpur yang sudah cukup tebal. Normalnya, kondisi air dalam kolam inipun berwarna hijau pekat,” jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved