Breaking News:

Berita Lamongan

Bupati Lamongan Jadi Korban di Medsos, PPKM Level 1 Dipolitisir Rugikan Yuhronur

Bupati Lamongan Jawa Timur, Yuhronur  Efendi  kembali dicatut di media sosial, Keberhasilan Lamongan di PPKM Level 1 dipolitisir oleh orang yang tidak

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Januar
Istimewa/TribunJatim.com
Ini yang muncul di medsos, ditanggapi Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dan dipastikan itu hoax 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Hanif Manshuri

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN  - Bupati Lamongan Jawa Timur, Yuhronur  Efendi  kembali dicatut di media sosial, Keberhasilan Lamongan di PPKM Level 1 dipolitisir oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

Dalam unggahan bohong  itu disebut, Bupati Lamongan memerintahkan warga Lamongan di perantauan untuk pulang. Bahkan untuk meyakinkan, foto Yuhronur yang mengenakan batik Singomengkok juga dipasang disampingnya.

Berikut kalimat lengkapnya. "Terimakasih warga Lamongan, Alhamdulillah Lamongan zona hijau. Silakan pulang bagi warga di perantauan, tetap jaga prokes". Di bagian bawah foto yang dicantumkan juga ditulis lengkap Dr Yuhronur Efendi  MBA, Bupati Lamongan.

Munculnya berita hoax  di medsos itu juga menjadi perbincangan banyak kalangan. Diantara mereka mempertanyakan kebenaran Kalimat ucapan terimakasih dan imbauan warga Lamongan di perantauan untuk pulang dimasa pandemi tersebut.

Ini jelas merugikan Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi dan ada yang sengaja mempolitisir PPKM Level 1 untuk Lamongan 

Wartawan Surya.co id (Tribunjatim.Network) mencari tahu kebenarannya dan  mengkonfirmasi orang nomor satu di Lamongan, Bupati Yuhronur Efendi tentang informasi di medsos tersebut, Kamis (9/9/2021).

Baca juga: Masuk Halaman Rumah Warga Tengah Malam, Pemuda di Kediri Diamankan Satpol PP

Ia merasa terusik dengan ulah orang yang tidak bertanggungjawab tersebut. Orang nomor satu ini juga memastikan bahwa apa yang ada di medsos itu adalah hoaks. 

"Saya ini lebih memastikan pada warga Lamongan untuk tidak euforia terkait Lamongan pada zona hijau di level 1 ini. Berita itu hoax, hoax, " tandasnya, Kamis (9/9/2021).
Meski Lamongan pada Level 1, ia mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan tidak lantas lengah dengan keadaan yang melandai ini. 

Semua kegiatan tidak lantas dilonggarkan begitu saja, tetapi akan dinormalkan secara   bertahap yang mengacu sebagaimana ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat. 

Ia juga meminta warga masyarakat untuk tidak mempercayai imbauan hoax tersebut." Saya sampaikan,bahwa Level 1 ini harus kita sikapi dengan baik, tidak boleh euforia. Kegiatan masyarakat dilakukan secara bertahap, bertingkat dan berkelanjutan, " ungkapnya.

"Di medsos yang muncul dengan imbauan warga Lamongan di perantauan untuk pulang,  Saya pastikan  postingan itu hoax alias tidak benar, " katanya.
Ia berpesan pada masyarakat Lamongan maupun teman dan relasi serta semua pihak agar tidak terpengaruh dengan unggahan abal-abal itu. Selain itu, ia  juga meminta agar postingan tersebut diabaikan saja. "Postingan yang ada nama dan foto saya di medsos itu tidak benar. Jadi, diabaikan saja," pungkasnya.(Hanif Manshuri)

Kumpulan berita Lamongan terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved