Breaking News:

Berita Surabaya

Kebakaran Cafe di Wonokromo Surabaya, Seorang Karyawan Sesak Nafas

Satu orang karyawan mengalami sesak nafas akibat insiden kebakaran di sebuah cafe berlokasi di Jalan Adityawarman No 48, Darmo, Wonokromo, Surabaya, K

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM/LUHUR PAMBUDI
Karyawan yang sempat mengalami sesak nafas dalam insiden kebakaran cafe di Jalan Adityawarman No 48, Darmo, Wonokromo, Surabaya, Kamis (9/9/2021) siang. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Satu orang karyawan mengalami sesak nafas akibat insiden kebakaran di sebuah cafe berlokasi di Jalan Adityawarman No 48, Darmo, Wonokromo, Surabaya, Kamis (9/9/2021) siang.

Informasinya, korban merupakan karyawan cafe, yang bernama Adi (37) warga Wonokromo, Surabaya.

Korban telah mendapat penanganan medis dari Tim Palang Merah Indonesia (PMI), yang tiba bersamaan dengan pihak pemadam kebakaran.

"Korban karyawan cafe, cuma mengalami sesak nafas," jelas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) Surabaya Dedik Irianto, dalam keterangan tertulis yang diterima TribunJatim.com, Kamis (9/9/2021).

Dedik menambahkan, pihaknya mengirimkan 15 kendaraan pemadam kebakaran berbagai jenis ke lokasi kebakaran.

Area 3 x 4 meter persegi yang terbakar itu, merupakan sebuah area di dalam ruang dapur cafe.

Berdasarkan informasi yang digali, ungkap Dedik, penyebab kebakaran cafe tersebut karena adanya kebocoran kompor elpiji. 

Kemudian kobaran api sempat menjilati beberapa benda atau perkakas dapur yang mudah terbakar.

"Yang terbakar tempat elpiji, kemudian karyawan sempat memadamkan menggunakan Apar namun tidak bisa sehingga menghubungi 112," pungkas.

Seorang saksi Linda mengaku sempat mendengar ledakan sebelum kobaran api akibat kebocoran kompor elpiji tersebut, kian membesar dan mengamuk.

Ledakan itu, belakang diketahui, berasal dari benda seperti atap di dalam dapur yang ambruk jatuh ke bawah.

Perempuan berkerudung biru itu, menyebut api semula hanya berintensitas kecil. Ia mengira bisa membantu memadamkan nyala api kecil tersebut, dengan alat atau benda seadanya.

Bahkan ia mencoba memadamkan api menggunakan panci berukuran besar yang lazim dibuat menanak nasi, berisi air. Namun, api malah makin kalap, membesar dan mengamuk.

"Api pertama dari gogo, dari kompor, gas di dalam, bukan gas di luar. Kecil dulu, dikirain kita bisa mati, sampai aku bawa air dari dandang, ternyata enggak bisa," ungkap Linda pada awak media di lokasi.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved