Breaking News:

Berita Kota Malang

Pelebaran Jalan di Sekitaran Jembatan Tlogomas Kota Malang Dianggarkan Rp 1,5 Miliar

Pelebaran jalan di sekitar Jembatan Tlogomas Kota Malang dianggarkan Rp 1,5 miliar di Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2021.

Penulis: Rifki Edgar | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Hayu Yudha Prabowo
Akses keluar masuk kendaraan di Jembatan Tlogomas Kota Malang. Rencananya Pemkot Malang akan melebarkan jalan di sekitar jembatan yang menghubungkan wilayah Tlogomas dengan Tunggulwulung tersebut, Kamis (9/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Rifki Edgar

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Guna mengantisipasi adanya penumpukan kendaraan di akses masuk dan keluar Jembatan Tlogomas, Pemerintah Kota Malang akan melakukan pelebaran jalan.

Pelebaran jalan tersebut dilakukan di Jalan Saxophone dan di Jalan Sasando Kota Malang yang dianggarkan senilai Rp 1,5 miliar di Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2021.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Diah Ayu Kusuma Dewi mengatakan, pelebaran jalan ini sebagai penunjang, apabila Jembatan Tlogomas selesai dibangun.

Hal ini juga untuk meminimalisir penumpukan kendaraan ataupun kemacetan di jembatan yang menjadi jalur alternatif penghubung antara Tlogomas dan Tunggulwulung tersebut.

"Ini masih kami ajukan di PAK. Yang jelas, pelebaran jalan hingga sampai daerah Bawang, Jalan Sasando dulu yang dekat kuburan itu," ucapnya, Kamis (9/9/2021).

Pelebaran jalan di sekitaran Jembatan Tlogomas ini sebenarnya sudah diwacanakan oleh Pemkot Malang sejak lama.

Pasalnya, jalan raya di area Tunggulwulung dirasa kurang lebar, apabila nanti Jembatan Tlogomas sudah dioperasikan.

Sebelumnya, pelebaran jalan ini direncanakan hingga sampai Jalan Candi Panggung Kota Malang.

Akan tetapi, rencana tersebut kata Diah masih memerlukan kajian lebih lanjut.

Baca juga: Viral di Medsos, Tarif Parkir Mobil Saat CASN 2021 di Kota Malang Rp 15.000, Begini Tanggapan Dishub

Karena di Jalan Candi Panggung merupakan kawasan yang padat penduduk.

"Kalau sampai Candi Panggung, tentu kami harus melakukan proses identifikasi dan kajian lebih dulu. Jalan yang dilebarkan itu berdampak pada pembebasan lahan apa nggak. Ada rumah warga yang dibebaskan apa nggak, jadi perlu kajian," ucapnya.

Perempuan yang juga menjabat sebagai Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II Pemkot Malang) itu menegaskan, rencana tersebut memang sedang dikaji. 

Pelebaran jalan di kawasan-kawasan sempit dan dilalui banyak kendaraan akan dikaji kebutuhannya untuk dilebarkan.

"Tidak menutup kemungkinan nanti arahnya ke sana. Tapi kajian dan identifikasi ini yang harus dilakukan," tandasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved