Breaking News:

Berita Ponorogo

10 Ribu Jiwa Berpotensi Terdampak Kekeringan, BPBD Ponorogo Siapkan Droping Air Bersih

10 ribu jiwa berpotensi terdampak kekeringan, BPBD Ponorogo telah menyiapkan droping air bersih untuk warga.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Dwi Prastika
TribunJatim.com/Sofyan Arif Candra
BPBD Ponorogo melakukan droping air bersih ke daerah yang mengalami kekeringan, 2021. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Menjelang musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo melakukan pemetaan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, Setyo Budiono mengatakan pada tahun 2021 ini, ada 43 dusun, 29 desa, dan 11 kecamatan yang diprediksi akan mengalami kekeringan.

Selain itu, Budi, sapaan akrabnya juga memprediksi ada 3.224 kepala keluarga dan 10.897 jiwa yang akan terdampak kekeringan.

"Data tersebut berdasarkan rekapitulasi dari wilayah yang terdampak kekeringan dan krisis air pada tahun 2019 yang pada tahun ini menjadi acuan kita," kata Budi, Jumat (10/9/2021).

Pada tahun 2020 kemarin, krisis air bersih tidak separah tahun 2019, sehingga sebagai bentuk kesiapsiagaan BPBD Ponorogo menggunakan data tahun 2019.

"Musim kemarau diprediksi mencapai puncaknya pada September-Oktober untuk itu kita mengecek beberapa wilayah yang berpotensi kekurangan air bersih," lanjutnya.

Budi mengecek langsung tandon yang ada di daerah rawan kekeringan serta menyiapkan tandon sementara dari terpal bagi daerah yang belum mempunyai tandon permanen.

"Untuk droping air bersih kita siapkan armada 3 tanki. 2 tanki dengan kapasitas 6 ribu liter dan 1 tanki 5 ribu liter," jelas Budi.

Baca juga: Presiden Jokowi Minta Bendungan Bendo Ponorogo Segera Disambungkan dengan Seluruh Jaringan Irigasi

BPBD Ponorogo juga selalu berkoordinasi dengan kepala desa yang daerahnya mengalami kekeringan jika sewaktu-waktu membutuhkan droping air bersih.

"Kalau bulan September tidak ada hujan sama sekali tentu akan kekurangan. Sebenarnya sekarang ketersediaan air bersih sudah mulai berkurang, tapi masih cukup untuk memenuhi kebutuhan warga," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved