Breaking News:

Berita Gresik

Diduga Terlibat Unggahan ke Youtube, 2 Tersangka Dituntut Hukuman Penjara Satu Tahun dan 10 Bulan

Terdakwa Totok Dwi Hartono (51), warga Jambangan Indah, Kelurahan Jambangan, Kecamatan Jambangan Kota, Surabaya dan Sutarjo (47) warga Jalan Mutiara,

Penulis: Sugiyono | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Sugiyono
PERSIDANGAN – Kedua terdakwa kasus dugaan pelanggaran UU ITE disidangkan di Pengadilan Negeri Gresik, Kamis (9/9/2021). 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Sugiyono

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK – Terdakwa Totok Dwi Hartono (51), warga Jambangan Indah, Kelurahan Jambangan, Kecamatan Jambangan Kota, Surabaya dan Sutarjo (47) warga Jalan Mutiara, Desa Petiken, Kecamatan Driyorejo dituntut hukuman penjara selama 1 tahun dan 10 bulan atas dugaan melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), Kamis (9/9/2021). 

Perbuatan tersebut atas unggahan video ke youtube yang diberi judul melibatkan Kombespol Syamsudin Djanieb. 

Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Gresik Ferry Hary mengatakan, berdasarkan fakta-fakta persidangan dan dihubungkan dengan unsur-unsur tindak pidana yang didakwakan terhadap kedua terdakwa. 

Perbuatan kedua terdakwa terpenuhi melanggar Pasal 45 ayat (3) Undang-undang Nomor 19 tahun 2019 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE juncto Pasal 27 ayat (3) Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. 

“Perbuatan terdakwa telah terpenuhi secara keseluruhan, maka para terdakwa telah terbukti melakukan tindak pidana,” kata Jaksa Ferry. 

Dalam Pasal tersebut berbunyi, ‘yang melakukan, yang menyuruh melakukan, atau turut melakukan perbuatan yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3). 

Baca juga: Tak Pamit Orang Tua Pergi dengan Teman Kencan, Wanita Asal Trenggalek Ditemukan di Yogyakarta

“Menuntut supaya mejelis hakim Pengadilan Negeri Gresik memutuskan terdakwa Totok Dwi Hartono dan terdakwa Sutarjo terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana. Menjatuhkan pidana penjara kepada kedua terdakwa selama satu tahun dan sepuluh bulan. Selain itu, denda Rp 100 Juta subsider 4 bulan kurungan,” imbuhnya. 

Diketahui, perbuatan kedua terdakwa ini diduga berawal pada 6 Desember 2019, saksi Drs. Syamsudin Djanieb bersama teman-temannya dari pengembang perumahan PT Berkat Jaya Land ke Kantor BPN Kabupaten Gresik untuk membicarakan masalah pemblokiran beberapa bidang tanah milik perumahan tersebut. Dalam pertemuan itu didokumentasikan oleh pegawai BPN. 

Kemudian, video tersebut dikirim ke penyidik Polda Jatim untuk menanyakan apakah saksi Drs. Syamsudin Djanieb merupakan anggota Polda Jatim dengan pangkat Kombes. Setelah itu, kedua terdakwa meminta anak terdakwa Sutarjo untuk mengunggah ke media youtube. Di media youtube tersebut diberi judul ‘Oknum Polisi yang berlagak seperti Pengacara, Oknum POLRI lindungi Cina dan Oknum Polri Arogan !!!. 

Sidang yang dipimpin majelis hakim  M Fatkur Rochman, menunda persidangan tersebut selama dua bulan dengan agenda pembelaan atas tuntutan Jaksa. 

Sementara penasihat hukum terdakwa Totok yaitu Eko Agus Hendroyono mengatakan, dalam fakta persidangan telah dibuktikan saksi, bahwa perbuatan itu tanpa arahan atau suruhan terdakwa Totok. Selain itu, barang bukti video dan youtube juga tidak pernah ditunjukan dalam persidangan. 

“Ponsel yang disita juga baru, yang di dalamnya tidak ada barang buktinya. Sehingga, pembelaan akan kita sampaikan dalam persidangan berikutnya,” kata Eko Agus Hendroyono. (ugy/Sugiyono).

Kumpulan berita Gresik terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved