Berita Batu

Kios Pedagang Pasar Besar Batu di Tempat Relokasi Berukuran 2x2 Meter

Pedagang Pasar Besar Kota Batu akan direlokasi ke kawasan dekat Stadion Brantas, Kota Batu

Penulis: Benni Indo | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Benni Indo
Anggota DPRD Batu, Fahmi Alkitiri bersama Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Batu, Eko Suhartono saat meninjau lokasi rencana tempat relokasi para pedagang Pasar Besar Kota Batu di dekat Stadion Brantas. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, BATUPedagang Pasar Besar Kota Batu akan direlokasi ke kawasan dekat Stadion Brantas, Kota Batu.

Pemkot Batu melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Batu tengah membangun kios semi permanen berukuran 2x2 meter di tempat relokasi.

Sesuai rencana, pedagang bakal dipindahkan ke kios semi permanen tersebut pada bulan Oktober mendatang. Diskumdag menganggarkan Rp. 4.763.080.091 untuk membangun 1191 kios yang sekarang tengah dikerjakan oleh CV Mahakarya Abadi.

Pengerjaan ini ditarget dengan waktu pelaksanaan 90 hari.

Salah satu pedagang, Faiz menyayangkan rencana tempat relokasi yang berukuran 2x2 meter.

Baca juga: Kebakaran Landa Rumah Warga Lamongan Saat Semua Anggota Tertidur Lelap

Menurutnya, tempat tersebut terlalu kecil. Hal lain yang ia keluhkan adalah jauhnya tempat parkir dengan pasar. Menurutnya, banyak keputusan sepihak yang diambil oleh Pemkot Batu tanpa melibatkan pedagang.

“Itu merupakan keputusan sepihak dari dinas, selama ini pihak Pemkot Batu cenderung kurang komunikasi dengan kami para pedagang,” keluhnya.

Menurutnya, tempat relokasi tetap bisa mendukung atau menciptakan lingkungan aktivitas ekonomi yang baik. Pasalnya, pedagang akan beraktivitas di tempat relokasi dalam waktu hampir setahun. Bahkan bisa lebih jika proyek Pasar Besar Kota Batu molor.

“Kondisi ini semakin buruk karena kios terlalu kecil, bagaimana caranya menyimpan stok atau menata barang dagangan,” imbuhnya.

Anggota Komisi B DPRD Kota Batu, Fahmi Alkatiri menyarankan agar dinas lebih peka dan memperhatikan masukan dari para pedagang. Hal itu perlu dilakukan agar tidak menimbulkan masalah dikemudian hari. Apalagi para pedagang adalah aktor utama yang akan menempati pasar.

Fahmi juga meminta tempat relokasi memperhatikan dampak perubahan musim. Terutama ketika masuk musim penghujan. Menurut Fahmi, dengan lokasi yang miring saat ini, potensi genangan air bisa terjadi di bagian bawah.

“Semua harus betul diperhatikan, ini nampak belum ada penampungan air ketika hujan turun. Khawatirnya kalau hujan deras, tentu mengganggu aktivitas pedagang. Bisa-bisa banjir nanti,” ujar Fahmi

Sementara itu, Kepala Diskumdag Kota Batu, Eko Suhartono menerangkan jika kios relokasi memang berukuran 2×2 meter dengan bahan kalsibot dan beratap galvalum. Penempatan kios ini tanpa dipungut biaya sepeser pun. Pemkot Batu juga akan menyediakan fasilitas air dan listrik.

“Semuanya gratis, tidak dipungut biaya apapun. Termasuk air dan listrik,” ujarnya.

Diterangkannya, wilayah barat Stadion Brantas bakal ditempati kios dan los untuk pedagang sembako, pakaian, dan sebagainya. Lalu kawasan Stadion Brantas ditempati PKL Pasar Pagi.

“Untuk tempat parkir berada di bekas Pasar Parkiran atau Jalan Sultan Agung,” katanya.

Sementara pedagang buah-buahan ditempatkan di Pasar Sayur untuk sementara waktu. Pihaknya optimis relokasi akan berjalan sesuai rencana. Ia juga memastikan bahwa tempat relokasi bisa digunakan pedagang untuk beraktivitas. Katanya, semua demi kenyamanan para pedagang yang akan direlokasi. (Benni Indo)

Kumpulan berita Batu terkini

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved