Berita Tuban

Akhir Dua Pasutri Pengedar Sabu di Tuban Setelah Dua Tahun Bebas Transaksi Barang Haram

Akhir dua pasangan suami istri (pasutri) pengedar sabu di Tuban setelah dua tahun bebas mengedarkan barang haram.

Penulis: M Sudarsono | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/M Sudarsono
Dua pasangan suami istri (pasutri) diamankan Satreskoba Polres Tuban, atas penyalahgunaan barang haram narkoba, Minggu (12/9/2021).  

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mochamad Sudarsono

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Dua pasangan suami istri (pasutri) diamankan Satreskoba Polres Tuban, atas penyalahgunaan barang haram narkoba. 

Kapolres Tuban, AKBP Darman mengatakan, dalam Operasi Tumpas Semeru yang dilaksanakan 1-12 September 2021, polisi menangkap dua pasutri. 

Pasutri pertama, EW (laki-laki, 45) dan GT (perempuan, 44) warga Kelurahan Banyuurip, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya diamankan di sebuah hotel di Tuban. 

Selain itu, polisi juga menyita beberapa paket narkotika jenis sabu 0,39 gram, 0,36 gram, tisu berisi sabu 0,43 gram, satu buah pipet kaca yang berisikan 2,17 gram, 2 sedotan plastik, 7 lembar tisu, 1 timbangan digital, tas dan handphone. 

"Ada dua pasutri yang diamankan, yang pertama asal Surabaya, kini sudah diproses hukum," ujarnya kepada wartawan, Minggu (12/9/2021). 

Perwira menengah itu menjelaskan, sementara satu pasutri lain yaitu SP (laki-laki 34), asal Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, dan NF (perempuan 26), warga Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Tuban. 

Pasutri muda ini diamankan di kamar rumahnya di Desa Labuhan. 

Polisi menemukan 27 paket sabu yang masing-masing dibungkus dalam plastik klip warna putih dengan total berat 6,08 gram. Lalu satu paket sabu 0,14 gram, pipet kaca yang berisi 1,44 gram sabu dan uang tunai Rp 350 ribu. 

Baca juga: Pelaku Pencurian Tablet SMPN 1 Semanding Tuban Ditangkap, Polisi Ungkap Sosok Pelaku

Selain itu juga ada barang bukti lain seperti dua handphone dan korek api. 

"Kedua pasutri ini merupakan pengedar, sudah sekitar dua tahunan menjalani bisnis haram," ungkapnya. 

Mantan Kapolres Sumenep itu menerangkan, kasus tersebut terbongkar setelah HY (25), seorang pemuda asal Desa Pliwetan, Kecamatan Palang, Tuban, diamankan polisi di pinggir Jalan Raya Manunggal Utara, Kelurahan Sukolilo, Kecamatan Tuban, Selasa (31/8/2021) malam. 

Pemuda itu membawa satu paket sabu seberat 0,14 gram. 

Setelah ditelusuri, pemuda tersebut mengaku membeli satu paket sabu kepada pasutri muda SP dan NF. 

Anggota langsung memburu pengedar sabu dan mengamankannya. 

"Pengakuan kedua pasangan ini nekat bisnis haram karena masalah ekonomi, itu alasan klasik. Kita jerat UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika ancaman pidana 20 tahun," pungkasnya. 

Sekadar diketahui, dalam Operasi Tumpas Semeru, anggota Satresnarkoba berhasil mengungkap 6 kasus dengan diamankan 6 pelaku laki-laki dan 2 perempuan. 

Rinciannya, 6 pelaku sebagai pengedar dan 2 pelaku sebagai pemakai. Adapun total barang bukti narkotika yang diamankan 22,68 gram sabu.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved