Breaking News:

Berita Kota Kediri

Dispendukcapil Bantu Lapas Kelas IIA Kediri Mendeteksi NIK Warga Binaan yang Tak Diketahui

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) bantu Lapas Kelas IIA Kediri untuk mendeteksi NIK warga binaan yang tak tahu identitasnya.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Didik Mashudi
Kegiatan vaksinasi Covid-19 yang diikuti warga binaan pemasyarakatan di Lapas Kelas IIA Kediri, Minggu (12/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Didik Mashudi

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Kediri melakukan validasi data diri warga binaan Lapas Kelas IIA Kediri.

Upaya ini dilakukan berdasarkan surat permohonan dari lapas, terkait beberapa warga binaan yang tidak mengetahui dan membawa identitas pribadi.

Karena data Nomor Induk Kependudukan (NIK) diperlukan sebagai syarat mengikuti vaksinasi Covid-19 (virus Corona).

Kepala Dispendukcapil Kota Kediri, Syamsul Bahri menjelaskan, terdapat 71 warga binaan yang dilacak datanya oleh Dispendukcapil Kota Kediri.

Saat ini, terdapat 66 data NIK warga binaan yang telah ditemukan. Data tersebut didapat dari hasil pencarian di database sistem informasi administrasi kependudukan (SIAK) satu per satu.

“Dari data NIK 66 orang tersebut, ada 61 orang yang datanya aktif, sudah update di database dan sudah rekam KTP elektronik," jelasnya, Minggu (12/9/2021).

Sedangkan data NIK 5 orang lainnya nonaktif karena belum update atau belum rekam KTP elektronik. Sisanya ada 5 orang yang sampai saat ini datanya masih ditelusuri.

Kantor Dispendukcapil Kota Kediri akan melakukan konsolidasi data nasional untuk data 5 orang warga binaan yang belum ditemukan, karena dimungkinkan datanya dari kota atau kabupaten lain.

Sementara kendala dalam pelacakan data tersebut dikarenakan data yang diberikan warga binaan kurang lengkap. Hal ini menyebabkan beberapa proses membutuhkan waktu lebih.

Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka Terbatas 19 Sekolah Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar Imbau Disiplin Prokes

“Beberapa data tertulis hanya nama A bin B tidak disertai tempat tanggal lahir, alamat, dan lain sebagainya. Lalu berkaitan dengan ejaan juga kami sangat hati-hati dan mengecek satu per satu jika tidak ditemukan. Penulisan nama beda 1 huruf itu dicari seminggu juga gak ketemu,” ungkap Syamsul.

Nantinya, jika setelah hasil konsolidasi data tetap tidak ditemukan, maka Dispendukcapil Kota Kediri akan membantu menerbitkan NIK dan melakukan rekam biometrik di lapas.

"Kami koordinasikan dengan pihak lapas mengenai jadwal, karena warga binaan tidak memungkinkan untuk dibawa ke Kantor Dispendukcapil serta perekaman tidak dapat dikirim foto saja karena ada proses pindai iris mata dan sidik jari,” jelasnya.

Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar menyampaikan, Pemkot Kediri mengupayakan sinergi dengan berbagai pihak terkait kelengkapan administrasi, terutama pada warga yang berdomisili di Kota Kediri. 

“Pendataan ini harus dilakukan, karena saat ini banyak kebijakan dan akses umum yang membutuhkan adanya kelengkapan administrasi, seperti contoh adanya NIK. Diharapkan dengan adanya sinergi ini, warga yang berada di Kota Kediri tetap terjamin mendapat akses yang sama,” jelasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved