Breaking News:

Berita Malang

ITN Malang Putuskan Perkuliahan Tatap Muka Menunggu Level 1

ITN Malang berencana untuk menggelar perkuliahan tatap muka menunggu PPKM Kota Malang mencapai level 1.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Ndaru Wijayanto

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sylvianita Widyawati

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - ITN Malang akan menggelar perkuliahan tatap muka menunggu PPKM Kota Malang mencapai level 1.

Hal ini dilakukan karena menyulitkan kampus dalam mengatur ruangan dan waktunya jika kapasitas yang diperbolehkan mencapai maksimal 50 persen.

Apalagi jumlah mahasiswa ITN Malang sangat banyak. Saat ini, Kota Malang masih di level 3.

"Kami menunggu sampai di level 1 meski sudah ada surat edaran Walikota Malang tentang dibolehkan adanya pertemuan tatap muka," jelas Prof Dr Abraham Lomi, Rektor ITN Malang pada wartawan pada Senin (13/9/2021) usai mengisi kegiatan PKKMB.

Jika diterapkan, maka perkuliahan bisa sampai malam hari. Maka, lanjutnya, kami memilih menunggu sampai level 1. 

Sehingga mahasiswa bisa kuliah tatap muka. Apalagi ITN adalah kampus teknologi. Di mana mahasiswa perlu praktik-praktik.

"Kalau yang maba masih belum banyak praktik. Nanti di semester 2 mulai," kata dia.

Baca juga: PTMT Perkuliahan Sudah Dibolehkan, Walikota Malang Usul Pakai Aplikasi Peduli Lindungi

Maka sambil menjalankan perkuliahan daring, maba bisa mempersiapkan diri nanti untuk perkuliahan luring pada semester genap tahun depan.

Dikatakan, mahasiswa ITN tak hanya dari Jatim, tapi juga luar Jatim. Dan di setiap daerah memiliki level sendiri dan prokesnya.

Misalkan jika keluar daerah harus PCR dsb. Sampai daerah tujuan masih harus karantina lagi. Sehingga jam kuliahnya/waktu pertemuannya terbatas. 

Padahal di ITN minimal mengikuti perkuliahan 75 persen. Dikatakan memang jika mahasiswa masuk kuliah, maka bisa mendorong pergerakan ekonomi di Malang.

Tentang adanya masukan Walikota Malang Sutiaji agar kampus dilengkapi dengan aplikasi Peduli Lindungi juga dipandang positif. Sebab masuk mal saja harus memakai aplikasi itu.

"Makanya kami juga mendorong mahasiswa ikit vaksinasi. Sehingga saat tatap muka nanti juga sama-sama merasa nyaman," jawabnya. 

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved