Breaking News:

Kebijakan Baru, Penumpang Kereta Api Harus Tunjukkan Sertifikat Vaksinasi Covid-19 Mulai Besok

Kebijakan baru, penumpang kereta api lokal dan jarak jauh harus tunjukkan sertifikat vaksinasi Covid-19 melalui aplikasi Peduli Lindungi.

Penulis: Rifki Edgar | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com/PT KAI Daop 8 Surabaya
Satu di antara penumpang kereta api sedang menunjukkan sertifikat vaksinasi Covid-19 melalui aplikasi Peduli Lindungi, Senin (13/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Rifki Edgar

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - PT KAI Daop 8 Surabaya di semua jurusan mewajibkan seluruh penumpang menunjukkan kartu vaksin Covid-19 minimal dosis pertama, melalui aplikasi Peduli Lindungi.

Kebijakan tersebut dilaksanakan menyesuaikan dengan terbitnya Surat Edaran Kementerian Perhubungan nomor 69 tahun 2021. 

Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif mengatakan, syarat tersebut baru diberlakukan mulai Selasa (14/9/2021) besok.

"Mulai besok, aturan itu sudah mulai diterapkan dan berlaku juga untuk layanan KA lokal yang dikelola oleh KAI," ucapnya, Senin (13/9/2021).

Sebelum naik kereta, bukti vaksinasi Covid-19 tersebut akan dicek oleh petugas melalui layar komputer petugas boarding.

Data vaksinasi Covid-19 akan otomatis muncul pada layar komputer petugas boarding. 

Karena KAI telah mengintegrasikan aplikasi Peduli Lindungi dengan sistem boarding dan mewajibkan calon pelanggan menyertakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada saat pembelian atau pemesanan tiket KA lokal. 

"Jika data tidak muncul pada layar komputer petugas, maka pemeriksaan akan dilakukan secara manual dengan menunjukkan kartu vaksin calon pelanggan," ucapnya.

Dengan diberlakukannya syarat vaksin tersebut, maka Syarat STRP, Surat Tugas, atau surat keterangan lainnya tidak lagi menjadi syarat bagi pelanggan KA lokal.

Syarat vaksinasi minimal dosis pertama tersebut juga menjadi syarat pada perjalanan KA jarak jauh.

Baca juga: Wali Kota Malang Apresiasi Perbankan Gelar Vaksinasi Covid-19 Massal untuk Masyarakat dan Pelajar

Bedanya, pelanggan KA jarak jauh juga harus menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2x24 jam atau rapid test antigen maksimal 1x24 jam sebelum jadwal keberangkatan. 

Luqman menambahkan, secara umum pelanggan dengan usia di bawah 12 tahun masih tidak diperkenankan melakukan perjalanan dengan kereta api.

"KAI secara konsisten menerapkan protokol kesehatan yang ketat sesuai kebijakan pemerintah dan hanya mengizinkan pelanggan yang sesuai persyaratan untuk naik kereta api. Dengan demikian, diharapkan seluruh layanan kereta api dapat tetap diandalkan oleh masyarakat pada masa pandemi Covid-19," tandasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved