Breaking News:

Berita Surabaya

Jaksa Tunggu Penetapan Sidang dari PN Surabaya, Adili Tiga Oknum Polisi Konsumsi Narkoba

Tiga oknum polisi yang terjerat kasus penyalahgunaan narkotika di Surabaya bakal disidangkan

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Januar
shutterstock
Ilustrasi kasus penyalahgunaan narkoba di Surabaya 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Firman Rachmanudin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA -  Tiga oknum polisi yang terjerat kasus penyalahgunaan narkotika di Surabaya bakal disidangkan.

Hal itu, lantaran penyidik Ditnarkoba Polda Jawa Timur yang dapat pelimpahan Bid Propam Polda Jatim telah beres mengirim tiga berkas kasus polisi itu ke Kejati Jawa Timur dan dianggap P21.

Rakhmad Hari Basuki, satu diantara dua jaksa penutut yang balal ditunjuk untuk menangani kasus tiga oknum polisi terlibat narkoba itu mengaku belum dapat memastikan kapan sidang perdana ketiganya digelar.

Sebab, jaksa masih menunggu penetapan Pengadilan Negeri Surabaya untuk jadwal sidang perdana ketiga oknum polisi tersebut digelar.

"Kami masih menunggu penetapan sidang dari PN Surabaya. Untuk kapan pelaksanaannya kami masih belum tahu," kata Rakhmad, Selasa (14/9/2021).

Rakhmad juga menyebut jika penetapan sudah disampaikan oleh pihak Pengadilan Negeri Surabaya, sidang bakal dilakukan secara virtual yang diikuti tiga terdakwa di rumah tahanan Polda Jawa Timur.

Baca juga: Masuk Bioskop, Pengunjung Wajib Tunjukan Bukti Vaksinasi Kedua

"Penetapan dari PN nantinya bakal digunkan untuk bon tahanan. Terdakwa bakal mengikuti sidang secara virtual di rutan Polda Jawa Timur," tukasnya.

Sebelumnya dikabarkan tiga oknum polisi memenuhi bukti atas penyalahgunaan narkotika berbagai jenis di sebuah kamar hotel kawasan Ngagel Surabaya, Kamis (29/4/2021) dini hari.

Mereka adalah Iptu Eko Julianto dan dua anggotanya, Aipda Agung Pratidina serta Brigpol Sudidik.

Mereka diamankan Paminal Mabes Polri bersama dua warga sipil yakni perempuan berusia 19 tahun berinisial CCS dan sopir Eko berinisial DA.

Dalam kasus itu, petugas menyita puluhan gram narkotika jenis sabu, ratusan pil ekstasi dan happy five serta obat keras.

Saat ditangkap, ketiganya masih berdinas aktif di satuan reserse narkoba Polretabes Surabaya.

Dalam mintuasi pengadilan negeri Surabaya, Eko mengakui jika barang bukti tersebut didapatkan dari hasil mencuri barang bukti yang didapat dari para tersangka penyalahguna narkotika yang ditanganinya. 

Kumpulan berita Surabaya terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved