Breaking News:

Berita Lumajang

Lumajang Konsisten PPKM Level 3, Jubir Penanganan Covid-19 Akui Asesmen Masih Lemah

Lumajang masih konsisten masuk PPKM Level 3, Jubir Penanganan Covid-19 dr Bayu Wibowo Ignasius akui asesmen masih lemah. Tracing dan testing rendah.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Tony Hermawan
Jubir Penanganan Covid-19 Kabupaten Lumajang, dr Bayu Wibowo Ignasius, saat ditemui pada Jumat (2/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Pemerintah pusat kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di sejumlah daerah.

Hingga Senin (13/9/2021), Lumajang masih masuk PPKM Level 3.

Juru Bicara Penanganan Covid-19, dr Bayu Wibowo Ignasius mengakui, penilaian tersebut merupakan imbas dari asesmen yang kurang maksimal.

Dia mengatakan, tracing dan testing masih rendah, meskipun isolasi terpadu (isoter) telah diterapkan.

"Tantangan terbesar masyarakat banyak yang tidak mau tes swab. Petugas datang warga banyak menutup pintu menolak. Ada juga warga positif yang menolak kedatangan petugas ketika akan diantar ke tempat isoter (isolasi terpadu)," katanya, Senin (13/9/2021).

"Jadi sehari 2.500 tes antigen dan PCR masih belum bisa tercapai," imbuhnya.

Selain kendala-kendala tersebut, faktanya kasus harian Covid-19 masih terbilang tinggi.

Seminggu lalu, ada 300 lebih kasus bertambah. Sebanyak 200 lebih orang dalam pengawasan, sedangkan 34 orang lainnya meninggal dunia.

"Kasus harian dan kematian memang masih tinggi. Dalam sehari angka kematian 3-5 orang," ujarnya.

Dengan kondisi itu, dr Bayu pun mendorong agar masyarakat sadar terkait kondisi kesehatan di masa pandemi Covid-19. Misalnya, bersedia dilakukan testing ketika tergolong menjadi kontak erat pasien Covid-19.

Baca juga: Detik-detik Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru Hampir Terjang Truk di Lokasi Tambang Pasir Lumajang

Selain itu, pasien isolasi mandiri harus rela jika diminta untuk melakukan isolasi yang telah disiapkan pemerintah. Sebab, pasien Covid-19 yang dirawat di isoter akan lebih terpantau kondisi kesehatannya dan mendapat obat yang diperlukan. 

Diharapkan dengan melaksanakan langkah-langkah tersebut, status darurat Kabupaten Lumajang dapat segera turun ke level 2, bahkan level 1.

"Masyarakat masih perlu sosialisasi pemahaman, karena masih banyak yang kurang paham terkait pentingnya testing, tracing, dan isolasi," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved