Breaking News:

Berita Jember

Nyaru Potong Rambut, Warga Jember Malah Aniaya Pemilik Usaha Salon

Seorang warga Desa Dukuhdempok Kecamatan Wuluhan, Jember, MB (30) berurusan dengan polisi karena menganiaya seorang pemilik usaha salon di desa

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Januar
AsiaOne Via Tribunnews.com
ILUSTRASI - kasus penganiayaan di Jember 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Sri Wahyunik

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Seorang warga Desa Dukuhdempok Kecamatan Wuluhan, Jember, MB (30) berurusan dengan polisi karena menganiaya seorang pemilik usaha salon di desa tersebut.

Tidak hanya menganiaya, MB juga diduga berniat merampok pemilik usaha salon tersebut.

Beruntung perbuatan MB diketahui warga, sehingga dia berhasil dibekuk warga dan diserahkan ke polisi.

Kapolsek Wuluhan Iptu Solikhan Arif menuturkan, peristiwa itu terjadi Senin (13/9/2021) pagi di Salon Sherly milik Sugiono (37).

Sekitar pukul 06.00 Wib, MB mengetok salon milik Sugiono yang sebenarnya masih tutup. Karena mendengar ada orang yang mengetuk pintu salon, lelaki itu membuka pintu dan menanyakan keperluan dari si pengetuk pintu.

Baca juga: Bus Terguling di Tol Waru, 14 Penumpang Luka-luka, Ada Domisili Jateng-Jabar, Berikut Identitasnya 

MB menjawab hendak memotong rambut. Meski masih terlalu pagi dan belum waktunya salon buka, Sugiono tetap melayani permintaan orang tersebut.

Senjata jenis Kujang yang disita oleh polisi Polsek Wuluhan dalam kasus penganiayaan terhadap pemilik salon
Senjata jenis Kujang yang disita oleh polisi Polsek Wuluhan dalam kasus penganiayaan terhadap pemilik salon (TribunJatim.com/ Sri Wahyunik)

Setelah potong rambut selesai, Sugiono menyatakan biaya potong rambut Rp 15.000. "Nah ketika itu, pelaku  bukan mengeluarkan uang, tetapi malah mengeluarkan senjata tajam dari pinggangnya," ujar Arif yang dikonfirmasi, Selasa (14/9/2021).

Senjata tajam yang dikeluarkan jenis kujang. Setelah mengeluarkan kujang, MB menarik rambut Sugiono dan membacoknya. Sugiono berhasil menepisnya. Tetapi tepisan itu membuat lengannya terluka, dan terjatuh.

Melihat Sugiono terjatuh, MB memukulinya dan menginjak. Peristiwa itu yang membuat kegaduhan itu didengar oleh warga sekitar. Warga berdatangan, dan langsung menolong Sugiono, serta menangkap MB.

Dari interogasi polisi, MB mengaku berniat merampok tempat usaha Sugiono. Karena sejak dini hari, dia sudah seliweran di depan salon tersebut, bahkan sempat beberapa kali mengetuk pintu. Namun karena mengetuk pintu di dini hari, si pemilik salon tidak menggubrisnya.

"Sejak malam harinya, sampai dini hari, pelaku ini seliweran di depan salon itu. Dia ngakunya mau merampok karena butuh uang," imbuh Arif.  

Kini MB sudah mendekam di tahanan Polsek Wuluhan. Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 53 Juncto Pasal 365 ayat (1) Subsider  Pasal 351 ayat (1) KUHP dan Pasal 2 ayat (1) UU darurat RI Nomor 12 tahun 1951, dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun.

Kumpulan berita Jember terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved