Breaking News:

Berita Surabaya

PTM di Surabaya, DPRD Minta Pemkot Beri Perhatian Ekstra ke Sekolah yang Dijadikan Rumah Sehat

Pemkot Surabaya memberikan batasan 25 persen kuota siswa setiap sekolah saat Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dilaksanakan.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Ndaru Wijayanto
istimewa
Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Juliana Evawati 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemkot Surabaya memberikan batasan 25 persen kuota siswa setiap sekolah saat Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dilaksanakan.

Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Juliana Evawati mengingatkan agar Pemkot Surabaya memberi perhatian ekstra pada sekolah yang selama ini dijadikan Rumah Sehat, tempat isolasi mandiri saat pendemi Covid-19.

Mengingat saat kasus Covid-19 melonjak tinggi, Pemkot Surabaya membuat terobosan Rumah Sehat di sekolah. Baik sekolah negeri maupun swasta sebelum ini banyak yang dijadikan tempat isolasi terpusat tersebut.

Keberadaan layanan Rumah Sehat di sekolah tersebut harus dipastikan aman dan terbebas dari ancaman penyebaran Covid-19.

"Silakan dilakukan asesmen ulang terhadap semua sekolah. Namun jangan abaikan sekolah SD maupun SMP di Surabaya yang sempat dijadikan Rumah Sehat. Harus ada perhatian ekstra," kata Jeje, sapaan akrab Juliana Evawati, Rabu (1/9/2021).

Jeje meyakini, bahwa keberadaan ruang atau gedung sekolah yang dijadikan Rumah Sehat selalu terjaga kondisinya. Petugas juga sering menyemprot setiap ruangan itu sehingga dijamin aman.

Apalagi virus Corona sebagaimana banyak kajian hanya akan berkembang pada induknya. Pada manusia. Bukan pada benda mati atau dalam gedung sekolah tersebut. Dengan sterilisasi dan disemprot disinfektan berulang akan aman.

Meski tidak bisa berkembang jika tidak ada induknya atau tubuh manusia hidup, Jeje tetap semua pihak minta waspada.

"Situasi pandemi yang makin melandai harus ditingkatkan kedisiplinan semua warga. Termasuk waspadai Rumah Sehat di sekolah yang hendak menggelar PTM," kata Jeje.

Jeje berharap Satgas Covid Surabaya, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan DPRD Surabaya atau Komisi D menggelar rapat khusus persiapan PTM. Namun menurut pengakuan Jeje, belum ada koordinasi terkait persiapan sekolah.

PTM sangat dinantikan siswa dan masyarakat. Walau masih masa uji coba harus sangat diperhatikan adalah eks sekolah yang jadi Rumah Sehat. Meski tidak ada yang isoman di sana, semua harus mengingatkan.

Begitu juga belum semua anak atau siswa belum semuanya divaksin dan perlu persetujuan orang tua saat PTM. Jadi, menurut Jeje harus ada skema jelas. Apalagi juga banyak anak Surabaya juga pernah terpapar Covid-19.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved