Breaking News:

Berita Lumajang

Terima Aduan Keluhan Bansos dari 12 Kecamatan, Pemkab Lumajang Gelar Evaluasi

Dugaan kasus sunatan Bansos di Desa Sawaran Kulon, Kecamatan Kedungjajang, Lumajang masih berbuntut panjang.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Ndaru Wijayanto
Surya/Tony Hermawan
Bupati Lumajang Thoriqul Haq dan wakilnya Indah Amperawati saat mengkaji ragam aduan Bansos bersama pemilik e-warung di Pendopo Arya Wiraraja, Selasa (14/9/2021). 

Sementara saat keluhan tersebut diulas, rupanya ragam masalah timbul lantaran sering bertabrakan dengan aturan prosedural.

Seperti perbaikan mesin edc harus menunggu konfirmasi kantor bank pusat, dan pendamping kerap kesulitan menyerahkan KKS kepada penerima manfaat lantaran saat ditemui tidak ada di tempat.

"Hari ini bicara obyektif. Bahwa ada beberapa e-warung bermasalah, iya. Tapi ada banyak juga yang berhasil. Di Karangbendo ada e-warung yang jadi percontohan Jawa Timur. Artinya bahwa yang hari ini kami lakukan koordinasi untuk menyatukan persepsi," kata Bupati Thoriq.

Usai mengulas satu persatu permasalahan, dalam kesempatan itu, Bupati Thoriq juga mengajak semua elemen menjunjung tinggi prinsip-prinsip transparansi.

Pendamping Bansos diwajibkan bekerjasama dengan pihak saat menghimpun data calon penerima manfaat.

"Ini harus terus dilakukan. Dan semua pendamping saya pastikan harus terus mengontrol terhadap masalah-masalah yang bisa saja terjadi misalnya bantuan tidak tepat sasaran," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati menyebut cukup banyak aduan yang diterima semenjak posko pengaduan bansos dibuka.

Setidaknya, ada 12 kecamatan yang diduga terjadi masalah dalam penyaluran Bansos.

Kendati demikian, belasan kecamatan tersebut saat ini belum bisa disebutkan kepada publik.

Pasalnya, pihaknya sampai sekarang masih dalam tahap menganalisasi satu-persatu keluhan penerima subsidi Bansos.

"Memang semenjak ada kasus Bansos Sawaran Kulon banyak aduan yang kami terima. Tapi yang perlu ditekankan tidak semua aduan itu benar, dan tidak semua aduan salah. Jadi semua harus kami kroscek. Saya berharap jangan ada provokator yang menompangi keadaan ini demi kepentingan pribadi," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved