Breaking News:

Berita Jatim

Masuk Gedung Negara Grahadi Surabaya Wajib Sudah Vaksinasi Covid-19, Gunakan Peduli Lindungi

Untuk masuk gedung pemerintahan Gedung Negara Grahadi Surabaya wajib sudah ikuti vaksinasi Covid-19, gunakan aplikasi Peduli Lindungi.

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (15/9/2021).  

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Fatimatuz Zahroh

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Penggunaan aplikasi Peduli Lindungi kini mulai merambah ke area pemerintahan.

Jika sebelumnya aplikasi ini digunakan sebagai syarat untuk masuk mall, naik angkutan umum, kini aplikasi Peduli Lindungi juga dimanfaatkan untuk memasuki gedung pemerintahan.

Termasuk di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Mulai pekan ini, untuk memasuki gedung yang biasa digunakan untuk pertemuan resmi di lingkungan Pemerintahan Provinsi Jawa Timur tersebut, mensyaratkan pengunjungnya harus sudah divaksin Covid-19. Yang cara pendeteksinya juga menggunakan aplikasi Peduli Lindungi.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa membenarkan terkait penggunaan aplikasi Peduli Lindungi di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Penggunaan aplikasi tersebut ditujukan untuk memastikan seluruh pengunjung gedung telah divaksin dan dalam kondisi aman melakukan mobilitas di luar rumah. 

“Penggunaan aplikasi ini kita lakukan mulai hari Senin kemarin sebetulnya. Penggunaan aplikasi ini guna memastikan bahwa yang bersangkutan yang akan memasuki gedung ini dalam kondisi sudah divaksin Covid-19,” tegas Khofifah, Rabu (15/9/2021). 

Sama seperti penggunaan aplikasi Peduli Lindungi di tempat publik yang lain, pengunjung diwajibkan scan barcode.

Di gedung Negara Grahadi, scan barcode Peduli Lindungi diletakkan tepat di pintu masuk atau pintu kedatangan memasuki gedung utama. 

Sehingga sebelum masuk, mereka harus scan barcode dan akan diketahui status vaksinnya, dan juga kondisi yang bersangkutan merah, kuning maupun hijau. Jika hijau artinya mereka bisa masuk di dalam ruangan tersebut.

Baca juga: Khofifah Tinjau SKD CPNS dan PPPK Pemprov Jatim 2021, Beri Motivasi dan Tegaskan Tak Ada Calo

Selain bisa mengetahui yang bersangkutan telah divaksin, lewat aplikasi ini juga bisa menghitung jumlah orang di dalam gedung. Sehingga jika ada over kapasitas maka mereka tidak diperkenankan masuk ke gedung.

“Jadi pastikan yang masuk Gedung Negara Grahadi sudah divaksin. Dan yang positif Covid-19 juga akan terdeteksi. Ini menjadi bentuk kewaspadaan kita bersama untuk saling menjaga,” tegasnya.

Penggunaan aplikasi Peduli Lindungi ini juga melengkapi sistem protokol kesehatan (prokes) yang diterapkan di Gedung Negara Grahadi. Di mana setiap tamu yang masuk juga harus tes suhu tubuh dan mencuci tangan serta menggunakan hand sanitizer.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved