Breaking News:

Berita Jatim

Polisi Bentuk Timsus Usut Pasokan Bahan Peledak High Explosive Milik 4 Pelaku Bom Bondet Pasuruan

Polda Jatim membentuk tim khusus guna mengusut sumber pasokan bahan peledak pembuatan bom ikan (Bondet) yang meledak hingga menewaskan dua orang warga

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Januar
Istimewa/ Humas Polda Jatim
Kedua tersangka ledakan bom bondet; IF dan AR, saat digelandang di Joglo Satwika Mapolres Pasuruan Kota 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA-Polda Jatim membentuk tim khusus guna mengusut sumber pasokan bahan peledak pembuatan bom ikan (Bondet) yang meledak hingga menewaskan dua orang warga Dusun Macan Putih, Desa Pekangkungan, Gondangwetan, Pasuruan, pada Sabtu (11/9/2021) kemarin.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan, pembentukan tim khusus tersebut merupakan satu diantara bentuk pengembangan penyidikan kasus ledakan bondet yang menewaskan dua orang warga dan menyebabkan 2 orang lainnya terluka.

Tugas utama dari adanya tim khusus tersebut adalah menelusuri sumber pasokan yang diperoleh empat orang tersangka sehingga bisa menjalankan bisnis ilegal yang berbahaya tersebut kurun waktu setahun.

“Polda Jatim telah membentuk tim, untuk menelusuri asal usul bahan kimia yang didapatkan para pelaku,” ujarnya di Mapolda Jatim, Rabu (15/9/2021).

Rencana sistematis tersebut menyusul temuan hasil analisis Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim yang menemukan beberapa benda-benda tak lazim dijual bebas di pasaran.

Meliputi benda kimia berbentuk serbuk yang merupakan bahan dasar peledak berkekuatan besar (high explosive), seperti Lead Azide (Pb(N3)2). Kemudian Pentaerytritol Tetranitrate (PETN), Potassium Chlorat (KCO3), Trinitro Toluene (TNT).

Dan bahan peledak berkekuatan rendah (low explosive) seperti Potassium Chlorat (KClO3).

Baca juga: Ditinggal Tes CPNS Penghuninya, Rumah di Kebomas Gresik Hangus Terbakar

Selain itu, di lokasi reruntuhan puing bangunan rumah, petugas juga menemukan ratusan selongsong (casing detonator), terbuat dari aluminium dengan panjang sekitar 58,2 milimeter (mm) dan berdiameter sekitar 7,2 mm. 

Kemudian, alat ayakan dan tampah yang diduga kuat digunakan oleh para tersangka untuk menyortir ukuran serbuk bahan kimia peledak, sebelum dikemas. Dan juga terdapat pula kapas.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved