Breaking News:

Berita Surabaya

Tidak lolos Seleksi PDAM Surabaya, Fuad Benardi Legowo dan Apresiasi Pansel: Aturan Harus Dipatuhi

Putra Menteri Sosial Tri Rismaharini, Fuad Benardi mengaku legowo atas hasil seleksi pendaftaran direktur pelayanan di Perusahaan Daerah Air Minum (PD

Penulis: Ndaru Wijayanto | Editor: Ndaru Wijayanto
istimewa
Anak Mensos Tri Rismaharini, Fuad Benardi 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Putra Menteri Sosial Tri Rismaharini, Fuad Benardi mengaku legowo atas hasil seleksi pendaftaran direktur pelayanan di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surabaya.

Di mana dalam hasil seleksi tersebut, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Karang Taruna Surabaya ini gagal masuk karena terbentur dengan aturan pembatasan usia minimal 35 tahun.

"Secara pribadi, saya legowo. Karena itu memang aturan yang harus dipatuhi," ungkap Fuad.

Fuad mengaku memberanikan diri untuk mendaftar seleksi direktur pelayanan PDAM Surabaya tersebut untuk menyumbangkan tenaga dan pikirannya bagi perkembangan serta kepentingan masyarakat luas.

Menurutnya, jika pelayanan PDAM dikemas dengan teknologi digital akan mempermudah sekaligus meringankan beban PDAM sendiri.

"Saya ingin memberikan warna pada PDAM sesuai apa yang saya ketahui soal pelayanan dengan tujuan tidak lain untuk mempermudah dengan sentuhan teknologi," jelasnya.

Selain berniat memberikan sumbangsih untuk masyarakat, lanjut pria berusia 31 Tahun ini, Fuad juga ingin memberikan contoh kepada para generasi muda khususnya Surabaya untuk berani tampil di bidang profesional.

"Harapannya sih para generasi millenial berani maju dan tampil tentunya dengan kualitas dan kemampuan yang mumpuni pula," ujarnya.

Menyoal apakah dirinya tidak kecewa melihat background-nya sebagai putra mantan Wali Kota Surabaya namun gagal dalam seleksi perusahaan daerah milik Pemkot Surabaya ini, dengan tegas Fuad mengaku tidak kecewa.

Padahal Risma dan Fuad juga memberikan dukungan penuh kepada Wali Kota Eri Cahyadi saat pencalonan Pilwali lalu. Namun menurutnya aturan harus ditegakkan kepada siapapun tanpa pandang bulu.

"Sekali lagi saya tegaskan, saya legowo. Saya juga mengapresiasi semua pihak dalam seleksi, salah satunya pansel yang telah menegakkan aturan secara semestinya," kata Fuad.

"Jika semuanya seperti ini saya yakin roda pemerintahan akan berjalan dengan baik yang berimbas pada kesejahteraan masyarakat," sambungnya.

Fuad juga berpesan kepada para generasi muda untuk tak mudah patah arang jika mengalami kegagalan.

"Jangan pernah putus asa. Gagal itu biasa. Mengutip kata bijak founding father kita Bung Karno, Jika kita memiliki keinginan yang kuat dari dalam hati, maka seluruh alam semesta akan bahu membahu mewujudkannya," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved