Breaking News:

Berita Malang

Wacana Penerapan Ganjil Genap di Kota Malang Mendekati Realisasi

Wacana penerapan ganjil genap yang digulirkan oleh Polresta Malang Kota, nampaknya telah mendekati realisasi

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Januar
TribunJatim.com/Kukuh Kurniawan
Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto. 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Wacana penerapan ganjil genap yang digulirkan oleh Polresta Malang Kota, nampaknya telah mendekati realisasi.

Hal itu terlihat, setelah Satlantas Polresta Malang Kota berkirim surat kepada Wali Kota Malang, Sutiaji. Terkait titik-titik jalan yang akan dijadikan sebagai lokasi penerapan ganjil genap.

Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto membenarkan hal tersebut.

"Kami kemarin sudah menyurati, dari Kasat Lantas kepada Wali Kota Malang. Mungkin (penerapan ganjil genap) diberlakukan antara jam 08.00 WIB sampai dengan jam 10.00 WIB dan sore antara pukul 16.00 WIB sampai dengan jam 20.00 WIB. Terus, mungkin hanya diberlakukan hari Senin sampai Jumat dan untuk hari Sabtu Minggu ditiadakan," ujarnya saat ditemui TribunJatim.com, Rabu (15/9/2021).

Dirinya menjelaskan, bahwa tidak semua kendaraan akan diberlakukan penerapan ganjil genap. Ada beberapa kendaraan khusus, yang diperbolehkan untuk melintas di area ganjil genap.

"Ada pengecualian untuk ambulans, ojek online, kendaraan pembawa sembako. Jadi, tidak semua (kendaraan) dan ada aturan aturan tertentu," jelasnya.

Baca juga: Formatur PPP Jatim Resmi Gugat DPP, Buntut Tiga Bulan SK Kepengurusan DPW Molor

Pria yang akrab disapa BuHer ini juga menuturkan, ada sekitar enam titik jalam yang diwacanakan untuk diberlakukan penerapan ganjil genap.

"Kalau tidak salah, ada empat sampai dengan enam titik jalan yang akan diberlakukan (penerapan ganjil genap)," tambahnya.

Namun BuHer mengungkapkan, wacana penerapan ganjil genap tidak langsung semata-mata dilakukan. Perlu adanya koordinasi dari berbagai pihak terkait hal tersebut.

"Kami perlu berkomunikasi dengan Dishub, Forum Komunikasi Lalu Lintas. Dan kami pun juga berkoordinasi dengan Polda Jatim, untuk meminta izin. Lalu ada beberapa tahapan-tahapan, seperti sosialisasi dan imbauan, ada prosesnya itu dan masih berjalan," bebernya.

BuHer mengaku, penerapan ganjil genap di Kota Malang sangat perlu dilakukan. Pasalnya, Kota Malang memiliki tingkat kepadatan masyarakat dan mobilitas sangat tinggi.

"Kota Malang ini sudah termasuk seperti kota besar Surabaya, Jakarta, dan Bandung. Tingkat kepadatan masyarakat serta mobilitas masyarakat sangat tinggi, dan kita harus mengatur itu. Jadi, kami mencari terobosan-terobosan penyelesaian Covid dan pemulihan ekonomi seiring sejalan. Dan apa yang kami lakukan ini, merupakan wujud peduli dalam menyelesaikan Covid, bukan untuk mempersulit masyarakat," tandasnya.

Kumpulan berita Malang terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved