Breaking News:

Berita Malang

Ganjil Genap Mendekati Kenyataan, Kapolresta Malang Kota : Penerapan Seperti di Jakarta

Wacana itu bergulir, setelah Polresta Malang Kota menilai Kota Malang memiliki tingkat kepadatan masyarakat serta mobilitas masyarakat sangat tinggi

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Januar
TribunJatim.com/Kukuh Kurniawan
Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto, saat ditemui TribunJatim.com, Rabu (25/8/2021). 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Wacana penerapan ganjil genap di Kota Malang mendekati kenyataan.

Wacana itu bergulir, setelah Polresta Malang Kota menilai Kota Malang memiliki tingkat kepadatan masyarakat serta mobilitas masyarakat sangat tinggi.

Apabila hal itu tidak diatur sedemikian rupa, maka dapat berpotensi terjadi lonjakan kasus Covid-19 di wilayah Kota Malang.

Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto mengatakan, penerapan ganjil genap di Kota Malang, akan mirip dengan apa yang telah dilakukan di Jakarta.

"Penerapan seperti di Jakarta dan untuk regulasi, tetap sama," ujarnya kepada TribunJatim.com, Kamis (16/9/2021).

Baca juga: Suami Beli Remote TV, Istri Jadi Korban Asusila Pria Lain, Pelaku Gunakan Modus Pijat dan Paranormal

Pria yang akrab disapa BuHer ini juga sedikit memberikan gambaran, tentang apa yang dimaksud ganjil genap dan bagaimana implementasinya.

"Seperti contohnya, kendaraan dengan plat nomor N 1203. Berarti, angka terakhir yang ada di plat nomor, yaitu angka 3 kan ganjil. Maka, tidak boleh lewat (di area jalan yang diterapkan ganjil genap) pada tanggal genap," jelasnya.

Hal yang sama juga berlaku, bagi kendaraan yang memiliki angka plat nomor genap.

"Seperti contoh, kendaraan berplat nomor N 168. Kendaraan itu tidak tidak bisa lewat di tanggal ganjil, karena angka terakhir di plat nomor adalah angka genap," terangnya.

Selain itu Buher juga mengungkapkan, bahwa pihaknya akan menyiapkan jalur jalan alternatif. Dan berada di luar, dari area jalan yang akan diterapkan ganjil genap.

Jalur alternatif itu dibuat, untuk digunakan sebagai kendaraan yang tidak dapat melintas di area jalan ganjil genap.

"Jalurnya tetap ada, namun dia harus memutar," pungkasnya.

Kumpulan berita Malang terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved