Breaking News:

Berita Jatim

Menparekraf: Industri Video Gim Tanah Air Masih Didominasi Produk Luar Negeri

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyebut industri video gim di Tanah Air masih didominasi produk luar negeri

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Fikri Firmansyah
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Sandiaga Uno saat memberikan sambutan di acara peluncuran layanan 5G Indosat Ooredoo di Surabaya. Kamis (16/9/21) di ITS. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyebut industri video gim di Tanah Air masih didominasi produk luar negeri.

Oleh karenanya pula, menurut dia, dibutuhkan peran anak muda agar mampu menguasai pangsa pasar ekonomi kreatif tersebut, khususnya di industri video gim.

"Ada sekitar 60 juta gamers di Indonesia, dan hal ini merupakan pangsa pasar yang besar, tapi masih didominasi produk luar negeri, kami ingin industri kreatif ini ditumbuh kembangkan, khususnya peran anak muda, agar bisa menguasai industri kreatif tersebut," kata Sandiaga Uno saat ditemui awak media usai menghadiri peluncuran Layanan 5G Indosat, Kamis (16/9/21) di ITS Surabaya.

Sandiaga yang ikut serta pula meresmikan 5G Experience Center di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menyebutkan, hadirnya layanan 5G di beberapa wilayah harusnya mampu membuat intervensi munculnya industri kreatif, khususnya video gim karya anak bangsa, agar tidak didominasi produk luar negeri.

Baca juga: Situasi Pandemi Covid-19 di Jawa Timur Terus Membaik, DPRD Jatim Ingatkan Tetap Waspada

Dia mengakui, selama pandemi Covid-19 yang melanda Tanah Air mampu menumbuhkan digitalisasi ekonomi yang luar biasa di Tanah Air, dan menunjukkan pangsa pasar 40 persen di ASEAN.

"Memang, sektor-sektor digital media justru meningkat di saat pandemi, sehingga kontribusi ekonomi kreatif Indonesia mampu masuk dalam jajaran terbesar ketiga dunia, setelah Amerika Serikat dengan Hollywood, lalu Korea Selatan dengan K-Pop. Dan Indonesia mampu berkontribusi sebesar Rp1.100 triliun kepada PDB," tuturnya.

Berkaca dari kondisi tersebut, dirinya berharap, dengan hadirnya ITS 5G Experience Center maka dapat membuka peluang lapangan kerja baru. "Yang terpenting adalah penciptaan teknologi itu harus diimbangi dengan pemerataan di seluruh wilayah Indonesia," sambung dia.

Menanggapi hal itu, Rektor ITS Mochamad Ashari mengakui, karya video gim yang dibuat mahasiswa ITS cukup banyak, sama seperti aplikasi-aplikasi ekonomi kreatif lainnya, hal itu bisa dilihat di media sosial milik beberapa mahasiswa.

"Setiap pekan selalu ada paling tiga hingga empat produksi aplikasi, hal itu bisa dilihat dari Instagram milik anak-anak mahasiswa," kata Ashari ditemui usai peluncuran i5G Experience Center di lTS.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved