Berita Kabupaten Malang

Polisi Ungkap Alasan Belum Menahan Idris Al Marbawy Meski Gus Idris Ditetapkan Jadi Tersangka

Polisi ungkap alasan belum menahan Idris Al Marbawy meski Gus Idris telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pemberitaan bohong.

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Pada video yang diunggah lewat channel Gus Idris Official, Idris yang juga pengasuh Pondok Pesantren Thoriqul Jannah, Babadan, Ngajum, Malang, menjadi korban penembakan usai melawan sosok gaib yang disebutnya sebagai Nyi Ronggeng. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Erwin Wicaksono

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Polisi mengungkap alasan belum menahan Idris Al Marbawy kendati mendapat desakan untuk melakukan penahanan.

Kapolres Malang, AKBP R Bagoes Wibisono memberi penjelasan terkait hal tersebut.

“Perihal penahanan, kami masih belum ada bentuk gelar lebih lanjut. Mungkin nanti kami gelarkan perlu adanya penahanan atau tidak. Karena sekarang berkas sudah berjalan, tinggal sedikit lagi, kalau dilakukan penahanan juga masih ada pertimbangan-pertimbangan tertentu,” beber Bagoes ketika dikonfirmasi pada Rabu (15/9/2021).

Bagoes menegaskan, proses hukum yang sedang dijalani Idris terus berjalan.

“Berkasnya masih berjalan, sudah dikoordinasikan dengan pihak kejaksaan. Tapi masih ada beberapa bahan pemeriksaan yang belum kita lengkapi, tapi itu akan segera kami lengkapi,” tutur mantan Kapolres Madiun ini.

Bila berkas sudah lengkap, polisi selanjutnya akan mengirimkannya ke kejaksaan.

Sementara itu, terkait penahanan merupakan kewenangan pihak kejaksaan.

Menanggapi protes para ormas terkait dugaan video hoax pasangan bukan suami istri yang mengalami gancet ketika berhubungan badan, kini masih dalam proses penyelidikan.

“Pada kasus kedua, sementara masih dalam proses penyelidikan, dan kami masih menunggu apakah akan ada yang melakukan pelaporan atau tidak,” papar Bagoes.

Bagoes juga memastikan proses penanganan kasus video konten kontroversial karya Idris yang kedua tetap berlanjut.

“Teknis penyelidikan masih berjalan, dan hampir rampung. Sementara kami belum menerima pelaporan dari masyarakat untuk kasus kedua,” tutup Bagoes.

Sebelumnya, Ormas Malang Bersatu mendesak polisi agar segera menahan Idris Al Marbawy, YouTuber yang diduga telah membuat konten-konten kontroversial nan meresahkan.

Desakan tersebut disampaikan saat melakukan audiensi dengan Polres Malang pada Rabu (15/9/2021).

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved