Berita Kabupaten Mojokerto

Kemenparekraf Dapuk Desa Wisata Kampung Majapahit Bejijong Mojokerto Jadi Finalis Top 50 ADWI 2021

Kemenparekraf dapuk Desa Wisata Kampung Majapahit Bejijong Mojokerto jadi finalis Top 50 Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Mohammad Romadoni
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, bersama Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati dalam kegiatan peresmian Desa Wisata Kampung Majapahit Bejijong sebagai finalis Top 50 ADWI 2021, di Maha Vihara Majapahit, Kamis (16/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mohammad Romadoni

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia menetapkan Desa Wisata Kampung Majapahit Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, sebagai 50 destinasi terbaik dalam finalis nominasi Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.

Destinasi Kampung Majapahit Bejijong ini memiliki keunikan tersendiri, selain menonjolkan kearifan lokal, ada beragam kebudayaan warisan masa kejayaan Kerajaan Majapahit yang masih kental di kehidupan masyarakat setempat.

Sehingga, berdasarkan tujuh kategori penilaian yang ditunjang data legalitas tersebut, maka Kemenparekraf menobatkan Kampung Majapahit Bejijong masuk dalam nominasi Top 50 dari 1.831 desa wisata terbaik se-Indonesia.

Desa Wisata Kampung Majapahit Bejijong secara langsung diresmikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, bersama Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati di kawasan Maha Vihara Majapahit, Kamis (16/9/2021).

Sandiaga Uno mengatakan, pihaknya akan menampung aspirasi masyarakat terkait peningkatan sarana dan prasarana, keterampilan masyarakat, khususnya dalam ekonomi kreatif guna memajukan sektor pariwisata, terutama berbasis desa wisata, termasuk Kampung Majapahit Bejijong.

"Ke depan, jadi Bejijong ini akan menjadi salah satu prioritas kita untuk kita tingkatkan, karena saya melihat yang sangat spesifik dan unik di desa wisata Kampung Majapahit, ini adalah kearifan lokal, tradisi budaya dan toleransi beragama," ungkapnya.

Ia menyebut, salah satu keunikan di desa wisata Kampung Majapahit ialah toleransi umat beragama yang selaras dengan gotong-royong bangsa Indonesia.

"Karena ini di tengah-tengah vihara yang umatnya mungkin sekitar 95 persen muslim, tapi ini sangat berdampingan dan harmonis saling mensupport, dan ini adalah ciri-ciri gotong royong bangsa Indonesia, ini menjadi satu catatan yang luar biasa dalam kunjungan ini," ucap Sandiaga Uno.

Masih kata Sandiaga, perlu kolaborasi lintas lembaga, Pemprov Jatim bersama Pemkab Mojokerto dan masyarakat, dunia usaha, serta kelompok komunitas yang peduli dalam peningkatan desa wisata Kampung Majapahit.

Baca juga: Capaian Vaksinasi Ranking 10 Nasional, Kota Mojokerto Berpeluang Turun Level PPKM 

“Kerena ini tidak bisa diselesaikan satu pihak, namun kerja sama dari seluruh pihak, tingkatkan inovasi dan adaptasi prokes yang mampu mengoptimalkan wisata di Bejijong,” terang.

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mengatakan, Kampung Majapahit Bejijong dapat mengingatkan sosial dan budaya dalam masa pemerintahan Kerajaan Majapahit. Pihaknya berharap peresmian Desa Wisata Kampung Majapahit Bejijong juga dapat meningkatkan pariwisata di Kabupaten Mojokerto.

“Kecamatan Trowulan memiliki banyak situs peninggalanan Kerajaan Majapahit, sebagai salah satu kerajaan besar di Nusantara, kami di Kabupaten Mojokerto tentunya sangat bangga dengan akar sejarah dan kebudayaan Majapahit. Semoga dengan ini, perkembangan dunia pariwisata di Kabupaten Mojokerto terus meningkat,” tandasnya.

Sejumlah wisata budaya dan sejarah di Bejijong di antaranya kesenian tari budaya Majapahit, Mayang Rontek, Candi Brahu, Petilasan Siti Inggil, Maha Vihara Majapahit, Buddha Tidur, wisata edukasi Rumah Wisata Lemah Toelis, wisata edukasi kesenian teaterikal Sumpah Palapa.

Kemudian, Pasar Rakyat Kampung Majapahit kuliner tradisional telur asin asap, es ketan, ayam ungkep kemaron, getuk Majapahit, manisan buah dan minuman khas raja-raja Majapahit wedang secang.

Produk ekonomi kreatif meliputi batik khas Majapahit, kriya cor kuningan, kerajinan patung batu, terakota tanah liat dan homestay arsitektur bergaya Majapahit.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved