Breaking News:

Berita Surabaya

Polda Jatim Bakal Bentuk Satgas KRYD untuk Pelototi 3 Jenis Tempat Ini

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta bakal membentuk Satuan Tugas (Satgas) Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD).

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Ndaru Wijayanto
Istimewa/Humas Polda Jatim
Kapolda Jatim mengendarai sepeda motor mengecek tempat isolasi di Sidoarjo. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta bakal membentuk Satuan Tugas (Satgas) Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD).

Tugasnya, melakukan pengawasan kedisiplinan penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) pada masyarakat Jatim selama PPKM Level 1.

Sasarannya adalah tempat-tempat yang berpotensi terjadi keramaian, seperti tempat wisata, tempat lalu lintas perhubungan antar wilayah, termasuk pusat perbelanjaan (mall).

Satgas tersebut tidak hanya berisi anggota kepolisian semata, namun juga terdapat anggota dari TNI untuk membantu menegakkan kedisiplinan masyarakat menjalan prokes.

Manakala didapati pelanggaran aturan kedisiplinan prokes, maka petugas akan memberikan sanksi berupa teguran dan denda seusai dengan peraturan yang diterapkan masing-masing daerah.

“Sifatnya bisa sampai dengan teguran lisan, maupun nanti denda sesuai dengan aturan di daerah masing-masing,” ujar mantan Kapolsek Metro Ciputat itu, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (17/9/2021).

Mantan pasukan United Nations International Police Task Force itu, mengaku akan meninjau langsung kepatuhan prokes di dua destinasi wisata terbesar di Jatim, seperti Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan Telaga Sarangan.

Terkhusus pada penerapan kedisiplinan prokes, pihak pengelola tempat wisata akan diminta menerapkan mekanisme keluar masuk area melalui satu pintu (One Gate System).

Penerapan mekanisme pengaturan kunjungan wisatawan tersebut akan sangat bergantung dengan kesiapan masyarakat untuk menggunakan alat berbasis aplikasi pedulilindungi.

Mengingat, hanya dengan aplikasi tersebut, keabsahan status kondisi kesehatan masyarakat dapat terpantau secara efektif, efisien dan cepat.

Selain itu, mantan Kanit Sumber Daya Alam dan Lingkungan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya itu, menambahkan, pihaknya juga akan mendorong ketercapaian vaksinasi kepada masyarakat di sekitar tempat wisata termasuk kalangan pelaku usaha mikro menengah di sekitar tempat wisata.

“Dalam ketentuan one gate system sistem ini, orang yang keluar dan masuk akan menunjukkan atau menscanning QR code yang sudah terpasang, kemudian semua sudah tervaksinasi,” jelasnya.

Terkait dengan Rumah Hiburan Umum (RHU). Mantan Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya itu, mengungkapkan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah (Pemda) untuk mengatur segala bentuk tata cara pelaksanaan aktivitas RHU yang sesuai dengan prokes.

“Paling penting adalah tetap menjaga prokes dari semuanya, kedua vaksinasi harus dilaksanakan semuanya,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved