Breaking News:

Berita Malang

Gelar Operasi Yustisi, Satpol PP Kota Malang Amankan 83 Miras Ilegal

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang gelar operasi yustisi, Sabtu (18/9/2021) dinihari

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Januar
Istimewa/TribunJatim.com
Satpol PP Kota Malang saat menindak salah satu kafe yang menjual minol tanpa izin, Sabtu (18/9/2021) dinihari. 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang gelar operasi yustisi, Sabtu (18/9/2021) dinihari.

Operasi digelar, untuk merespon aduan masyarakat yang dilayangkan lewat sambat online dan media sosial Pemkot Malang.

Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Malang, Rahmat Hidayat mengatakan, pihaknya telah menerima aduan tersebut dan langsung ditindaklanjuti dengan menggelar operasi yustisi khusus ini.

"Jadi, memang ada beberapa pengaduan melalui sambat online dan media sosial Pemkot Malang. Dimana, ada beberapa tempat hiburan yang buka nya kucing-kucingan (melihat kelengahan dari petugas), dengan buka di jam-jam tertentu, serta ada yang tahu info operasi ini langsung tutup," ujarnya kepada TribunJatim.com, Sabtu (18/9/2021).

Baca juga: Jatim Konsisten Dorong Penerapan Prokes & Aplikasi Peduli Lindungi di Sektor Industri Hingga Retail

Hasilnya, dari empat tempat hiburan dan karaoke yang disasar, petugas berhasil mengamankan 83 minuman beralkohol (minol) tanpa memiliki izin  jual beli sesuai dengan Perda Kota Malang No 4 Tahun 2020 Tentang Pengendalian Dan Pengawasan Minuman Beralkohol.

Dengan perincian, 45 botol minol di salah satu tempat karaoke di Sawojajar, 38 botol minol di sebuah kafe di Jalan Borobudur. Sedangkan, satu tempat hiburan serta warung kopi di Jalan Tumenggung Suryo dan Jalan Simpang Borobudur dibubarkan karena melebihi diatas jam 21.00 WIB.

Dirinya menerangkan, barang bukti puluhan botol minol itu akan diserahkan ke Kejari Kota Malang. Sedangkan untuk pengelola tempat usaha, mendapatkan sanksi untuk mengikuti sidang tipiring (tindak pidana ringan).

"Nanti hakim yang menentukan, jika tidak ada izinnya maka akan dimusnahkan. Karena di kami tidak ada gudang, jadi akan dititipkan ke kejaksaan, nanti mereka (Kejari Kota Malang) yang akan memusnahkannya setelah putusan dari hakim," pungkasnya.

Kumpulan berita Malang terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved