Breaking News:

Berita Nganjuk

Kasus Positif Covid-19 di Nganjuk Makin Landai, Tim Satgas Mengkaji Pengurangan Tempat Tidur Pasien

Kasus positif Covid-19 di Nganjuk semakin landai, Tim Satgas mengkaji untuk mengurangi jumlah tempat tidur pasien Covid-19.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Achmad Amru Muiz
Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk, M Yasin, Jumat (17/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk akan menurunkan jumlah tempat tidur pasien Covid-19 di rumah sakit rujukan, Rumah Sakit Darurat dan tempat isolasi terpusat (isoter).

Ini setelah melandainya kasus penambahan positif Covid-19 dalam beberapa hari terakhir di Kabupaten Nganjuk.

Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk, M Yasin menjelaskan, setidaknya penurunan jumlah tempat tidur pasien Covid-19 di rumah sakit rujukan, Rumah Sakit Darurat dan tempat isoter sekitar 70 persen atau harus disisakan 30 persen.

Hal itu sebagai antisipasi masih terjadinya kasus positif Covid-19 di Kabupaten Nganjuk.

"Tapi penurunan jumlah ketersediaan tempat tidur di rumah sakit rujukan, isoter ataupun Rumah Sakit Darurat itu harus dilakukan pengkajian mendalam, mengingat pandemi Covid-19 belum selesai," kata M Yasin, Jumat (17/9/2021).

Dijelaskan M Yasin, pengurangan jumlah tempat tidur bagi pasien Covid-19 di rumah sakit rujukan dan Rumah Sakit Darurat bisa dilakukan kapan saja. Namun untuk pengurangan tempat tidur di tempat isoter perlu dilakukan pembahasan lebih detail.

Memang, diakui M Yasin, ditempatkannya isoter di dua hotel untuk menarik minat warga positif Covid-19. Di mana dengan tempat isoter yang nyaman dan aman, menjadikan warga yang menjalani isolasi bisa bertahan.

Isoter digunakan sebagai upaya mencegah warga positif Covid-19 menularkan ke orang lain.

"Untuk itulah, agar warga positif Covid-19 yang harus menjalani isolasi merasa tenang tinggal di tempat isoter tersebut," ucap M Yasin.

Hanya saja, tambah M Yasin, seiring dengan angka penambahan Covid-19 di Kabupaten Nganjuk turun, maka jumlah warga yang melakukan isolasi di isoter juga berkurang. Dengan demikian banyak tempat tidur yang disediakan menjadi tidak terpakai.

Baca juga: Disnakerkop UM Nganjuk Layani Pencari Kartu Kuning Online & Offline, Ini Syarat Membuat Kartu Kuning

"Makanya, satgas akan lihat dan kaji dari perkembangan Covid-19 itu sendiri seperti apa. Bila memang sudah berkurang tentunya jumlah tempat tidurnya bisa dikurangi," tutur M Yasin.

Seperti diketahui, berdasar data Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk diketahui, dari 717 bed yang disediakan untuk pasien Covid-19, baik di rumah sakit rujukan dan Rumah Sakit Darurat serta tempat isolasi terpusat (isoter) hanya terisi 32 bed atau sebesar 4,46 persen. Terbanyak pemakaian bed untuk pasien Covid-19 ada di RSUD Nganjuk yang mencapai 11 bed dari penyediaan bed mencapai 219 bed.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved