Breaking News:

Berita Surabaya

Kejari Surabaya Dukung Pemkot Selamatkan Aset: Bisa Dimanfaatkan untuk Kesejahteraan Masyarakat

Kejaksaan Negeri Surabaya mendukung pemkot selamatkan aset: Agar bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.

Tribun Jatim Network/Bobby Constantine
Kepala Kejari Surabaya, Anton Delianto, saat bersama Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, Jumat (17/9/2021).  

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Bobby Constantine Koloway

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya mendukung pembebasan tanah aset Pemkot Surabaya yang saat ini masih berpolemik. Ini melanjutkan kerja sama antara kejari dengan pemkot. 

"Kami selalu sinergi dan mendukung pemkot dalam penyelamatan aset-aset Surabaya. Tujuannya agar aset itu dapat dimanfaatkan pemkot untuk kesejahteraan masyarakat," kata Kepala Kejari Surabaya, Anton Delianto, Jumat (17/9/2021). 

Oleh karena itu, pihaknya mengingatkan kepada masyarakat yang masih menguasai tanah milik pemkot agar segera mengembalikannya. Anton menegaskan, akan terus mendukung Pemkot Surabaya dalam upaya penyelamatan aset-aset milik negara. 

Hal ini sebagaimana instruksi dari Kejaksaan Agung (Kejagung) serta Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur.

Kerja sama antara pemkot dengan kejari sebelumnya telah menyelamatkan aset di Jalan Raya Kenjeran nomor 254, Surabaya. Aset itu adalah tanah dan bangunan milik pemkot seluas 194,82 meter persegi yang nilainya sekitar Rp 3 miliar.

Tahapan penyelamatan aset ini dimulai pendampingan nonlitigasi terhadap sengketa aset di Kenjeran tersebut. Namun, penyelesaian sengketa menggunakan cara di luar pengadilan ini rupanya tidak menyelesaikan masalah.

Sebaliknya, pihak yang mengaku sebagai ahli waris justru menggugat perdata terhadap aset tersebut.

"Kemudian kami mendampingi mulai dari tahap pengadilan negeri (PN) sampai kasasi. Terbukti bahwa itu merupakan tanah milik Pemkot Surabaya," katanya.

Dalam tahapan hukum itu, Kajari menyebut, rupanya juga ditemukan ada tindak pidana korupsi. Sebab, orang yang mengaku sebagai ahli waris telah menjual tanah dan bangunan itu kepada pihak lain dengan harga sekitar Rp 2 miliar. 

Baca juga: Bandara Juanda Surabaya Tak Lagi Terima Kedatangan Tenaga Migran, Hanya Mendarat di Jakarta & Manado

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved