Breaking News:

Berita Trenggalek

44 Desa di Trenggalek Rawan Longsor, Sudah 55 Kasus Terjadi Sejak Awal Tahun 2021

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek telah memetakan daerah-daerah rawan tanah longsor, menjelang musim penghujan akhir tah

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/aflahul abidin
Ilustrasi bencana tanah longsor di Kabupaten Trenggalek. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Aflahul Abidin

TRENGGALEK, TRIBUNJATIM.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek telah memetakan daerah-daerah rawan tanah longsor, menjelang musim penghujan akhir tahun ini.

Pemetaan itu dilakukan mengingat Kabupaten Trenggalek mulai sering diguyur hujan. Meski baru bersifat lokal, hujan yang terjadi sudah menimbulkan dampak tanah longsor di beberapa tempat.

Sekretaris BPBD Kabupaten Trenggalek Tri Puspitasari menjelaskan, sebanyak 44 desa di 10 kecamatan di Kabupaten Trenggalek masuk dalam wilayah rawan longsor.

Itu artinya, hanya 4 kecamatan di Trenggalek yang kerawanan tanah longsornya dianggap minim.

Mayoritas, kecamatan yang masuk dalam peta rawan tanah longsor merupakan daerah pegunungan yang memiliki kontur bukit yang banyak.

Seperti di Kecamatan Pule (10 desa) dan Kecamatan Bendungan (8 desa).

Selain itu, kecamatan lain yang masuk dalam peta rawan tanah longsor adalah Kecamatan Panggul (5 desa), Tugu (4 desa) Watulimo (3 desa), Trenggalek (3 desa), Kampak (3 desa), Durenan (3 desa), Dongko (3 desa), dan Munjungan (2 desa).

Akibat kerawanan itu, kata Puspitasari, BPBD telah mendistribusikan bronjong atau penahan longsor ke desa-desa rawan.

BPBD juga telah mengajukan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana agar penanganan bisa dilakukan dengan cepat saat bencana terjadi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved