Breaking News:

Berita Malang

Wacana Penerapan Ganjil Genap Kota Malang, Ini Pendapat Pakar Transportasi

Wacana penerapan ganjil genap di Kota Malang masih terus bergulir. Hal tersebut perlu koordinasi dengan berbagai pihak, agar wacana itu dapat

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Januar
SURYA/NENENG USWATUN HASANAH
Pakar Transportasi Universitas Brawijaya Hendi Bowoputro (paling kiri) di acara bincang santai bersama Humas UB. 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Wacana penerapan ganjil genap di Kota Malang masih terus bergulir.

Hal tersebut perlu koordinasi dengan berbagai pihak, agar wacana itu dapat terealisasikan.

Dosen Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) sekaligus pakar transportasi, Hendi Bowoputro mengatakan, Kota Malang masih banyak permasalahan lalu lintas. Contohnya, yakni terkait persimpangan di Kota Malang masih sangat padat kendaraan.

"Selain itu seperti di Jalan Veteran dan Jalan Jakarta, masih banyak kendaraan yang terparkir di sisi kanan jalan dan ini bisa membahayakan pengendara. Sehingga, masih perlu penegakan hukum di jalan, daripada memikirkan yang lain. Sehingga budaya yang baik dalam berlalu lintas, bisa tercipta terlebih dahulu," ujarnya kepada TribunJatim.com, Minggu (19/9/2021).

Baca juga: Aplikasi Pedulilindungi Tidak Alami Kendala di Maharani Zoo dan Goa Lamongan dan WBL

Dirinya mengaku pada awal pekan lalu, pihak Satlantas Polresta Malang Kota sudah membeberkan rencana penerapan ganjil genap di Kota Malang. Namun menurutnya masih terlalu dini, karena dalam penegakan hukum dan aturan di jalan masih terbilang rendah.

“Menurut saya untuk saat ini, urgensinya adalah menuntaskan permasalahan yang ada terlebih dahulu. Seperti kendaraan yang melawan arus, lemahnya peran Supeltas yang berada di belokan putar balik (U Turn) dan masih adanya kendaraan roda dua yang melintas di fly over," jelasnya.

Dirinya mengungkapkan, ada lima titik ruas jalan yang akan diterapkan ganjil genap oleh Polresta Malang Kota. Yakni di Jalan Letjen S. Parman, Jalan Letjen Sutoyo, Jalan J.A. Suprapto, Jalan Basuki Rahmat dan Jalan Soekarno Hatta (Suhat).

Berdasrkan pengamatannya, lima ruas jalan tersebut masih terhitung aman dan dalam kondisi baik. Sedangkan di beberapa persimpangan di Kota Malang, termasuk dalam kondisi jenuh dan melebihi jenuh, yang artinya tingkat kepadatannya cukup tinggi.

"Memang ini adalah upaya untuk menekan penularan Covid 19. Apabila mengandalkan kendaraan angkutan umum, di Kota Malang sendiri masih belum tersedia yang bisa menerapkan protokol kesehatan. Dan hal itu bisa menjadi titik penularan baru," terangnya.

Dirinya juga menilai, diterapkannya aturan ganjil genap, hanya akan memindahkan volume kendaraan dari jalan yang dibatasi ke jalan-jalan alternatif yang pasti lebih kecil kapasitasnya.

Selain itu, kondisi persimpangan akan lebih jenuh dari sebelumnya, karena banyak kendaraan beralih ke jalan alternatif dan akan terjadi penumpukan kendaraan di persimpangan.

"Apabila saya analogikan, ini seperti belum memiliki rumah dan belum memiliki mobil, tetapi sudah memiliki jam tangan mewah. Mengabaikan permasalahan penting yang ada sebelumnya, dan bertindak hal lain yang bisa menyebabkan masalah baru. Jadi menurut saya, ini bukan sebuah prioritas (penerapan ganjil genap) karena masih harus menuntaskan masalah lainnya," tandasnya.

Kumpulan berita Malang terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved