Breaking News:

Berita Kota Batu

Keberadaan Pegawai Difabel di Balai Kota Among Tani Kota Batu Harus Jadi Contoh Institusi Lain

Keberadaan pegawai dari difabel di Balai Kota Among Tani Kota Batu harus menjadi contoh untuk institusi lain.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Benni Indo
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengajak para pelaku usaha pariwisata dan industri lainnya dapat menerima pekerja difabel. Balai Kota Among Tani sudah menerima difabel dan diharapkan dapat menjadi contoh bagi lembaga lainnya, Minggu (19/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, KOTA BATU - Para tuli yang mendapatkan kesempatan bekerja di Balai Kota Among Tani tidak lepas dari peran serta Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko.

Dewanti, dalam sebuah kesempatan menjelaskan, ia sengaja membuka peluang bagi para tuli bekerja di Balai Kota Among Tani, agar mereka bisa mandiri.

“Selain itu juga memang ada amanah kuota bagi mereka. Ini merupakan upaya agar menjadi contoh bagi yang lainnya,” katanya, Minggu (19/9/2021).

Kata Dewanti, masyarakat kelompok difabel memiliki kesempatan untuk bekerja di Balai Kota Among Tani, termasuk tuli. Sebelum mempekerjakan para tuli, Dewanti telah bertemu mereka di ruang kerjanya.

Dalam pertemuan tersebut, ia menilai bahwa tuli memiliki kapasitas dan kualitas bekerja. Maka dari itu, ia tidak bimbang untuk membuka kesempatan bagi tuli bekerja di ruang kerjanya.

Di samping itu, penerimaan para tuli bekerja di Balai Kota Among Tani diharapkan dapat menjadi contoh bagi lembaga-lembaga lainnya, baik negeri maupun swasta. Dewanti mengimbau agar perusahaan yang memiliki karyawan lebih dari 100 orang bisa menampung setidaknya satu orang difabel bekerja di tempatnya.

Pasalnya, sudah ada Undang-undang yang mengatur hal tersebut. Yakni Undang-undang Republik Indonesia nomor 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Dewanti mengaku menggunakan UU tersebut sebagai landasan merekrut sejumlah difabel bekerja di Pemkot Batu.

“Saya minta di tempat-tempat wisata yang mempekerjakan lebih dari 100 orang, bisa mempekerjakan,” harapnya.

Dewanti pun mengatakan, difabel bisa mandiri, namun juga ada difabel yang membutuhkan perawatan intensif. Diakuinya, tidak banyak perusahaan di Kota Batu yang bisa memenuhi mandat UU nomor 8 tahun 2016 tersebut saat ini.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved